19.5 C
Indonesia
Tuesday, May 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Parafimosis (Paraphimosis): Kulit penutup penis tidak bisa dikembalikan posisinya

Definisi

Paraphimosis adalah kondisi medis darurat dalam urologi di mana kulit kulup (preputium) yang ditarik ke belakang dari kepala penis (glans penis) tidak dapat dikembalikan ke posisi semula. Hal ini menyebabkan cincin preputium menekan glans dan batang penis, menghambat aliran darah dan menyebabkan edema.

Epidemiologi

Paraphimosis lebih sering terjadi pada pasien yang belum disirkumsisi dan paling sering ditemukan di usia lanjut atau pasien dengan perawatan medis intensif (misalnya penggunaan kateter uretra yang tidak ditangani dengan benar).

Etiologi

Beberapa penyebab umum paraphimosis meliputi:

  • Manipulasi preputium selama pemasangan atau pelepasan kateter
  • Pemeriksaan atau prosedur medis yang tidak disertai pengembalian preputium
  • Infeksi atau trauma lokal
  • Kurangnya kebersihan genital

Patofisiologi

Saat preputium terjebak di belakang glans, terjadi hambatan aliran vena dan limfatik yang menyebabkan pembengkakan glans penis. Bila tidak ditangani, pembengkakan dapat semakin parah dan menghambat aliran darah arteri, yang dapat menyebabkan iskemia dan nekrosis jaringan.

Diagnosis

Diagnosis paraphimosis bersifat klinis dan dapat ditegakkan melalui:

  • Anamnesis singkat: keluhan nyeri, pembengkakan penis
  • Pemeriksaan fisik: tampak glans penis yang edematous dan kemerahan, preputium tidak dapat ditarik kembali ke depan

Penanganan

Paraphimosis adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan intervensi segera untuk mencegah kerusakan jaringan. Penanganan meliputi:

  1. Reduksi manual: Teknik utama dan pertama. Menggunakan pelumas dan tekanan lembut untuk mengembalikan preputium ke posisi semula.
  2. Kompresi osmotik: Menggunakan gula, larutan hipertonik atau kompres dingin untuk mengurangi edema sebelum reduksi.
  3. Pungsi edema: Menggunakan jarum kecil untuk mengeluarkan cairan interstitial dan mengurangi tekanan.
  4. Insisi dorsal preputium: Jika metode konservatif gagal, dilakukan insisi darurat untuk mengurangi tekanan.
  5. Sirkumsisi: Merupakan tindakan definitif yang dianjurkan untuk mencegah kekambuhan, biasanya dilakukan setelah fase akut tertangani.

Komplikasi

  • Nekrosis glans penis
  • Infeksi
  • Gangguan fungsi seksual
  • Risiko gangguan psikologis

Pencegahan

  • Edukasi tenaga kesehatan untuk selalu mengembalikan preputium setelah prosedur medis
  • Sirkumsisi pada individu dengan phimosis atau riwayat paraphimosis berulang
  • Menjaga kebersihan genital

Kesimpulan

Paraphimosis adalah kondisi urologi gawat darurat yang memerlukan intervensi cepat untuk mencegah komplikasi serius. Diagnosis mudah ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, dan penanganan konservatif hingga bedah harus segera dilakukan. Pencegahan melalui edukasi dan sirkumsisi dapat menurunkan insidensi kondisi ini.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER