28.3 C
Indonesia
Thursday, September 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Sildenafil Citrate: Pengobatan Disfungsi Ereksi

Obat Apakah Sildenafil?

Sildenafil adalah obat yang sering digunakan pada kondisi disfungsi ereksi (ketidakmampuan memulai atau mempertahankan ereksi). Sildenafil termasuk golongan phosphodiesterase 5 inhibitor (PDE-5 inhibitor) yang berperan pada relaksasi otot polos pembuluh darah pada penis, sehingga memperlancar aliran darah ke penis dan memperbaiki gangguan ereksi. Berbagai nama dagang dari Sildenafil antara lain Viagra. Obat ini adalah obat keras dan harus dengan resep dokter.

Kapan Indikasi Pemberian Obat Sildenafil?

Sildenafil dapat diberikan pada pasien dengan Disfungsi ereksi. Selain itu penggunaan lain Sildenafil adalah pada kondisi hipertensi pulmonal.

Bagaimana Dosis dan Cara Penggunaan Sildenafil?

Dosis Sildenafil pada kasus disfungsi ereksi adalah 50 mg dan dikonsumsi 1 jam sebelum melakukan hubungan seksual (on demand), dan sebaiknya tidak lebih dari 4 jam sebelum berhubungan. Stimulasi seksual yang cukup tetap dibutuhkan untuk mengawali hubungan seksual setelah penggunaan Sildenafil. Dosis maksimal dari Sildenafil adalah 100 mg per hari. Sildenafil dapat dikonsumsi baik sebelum ataupun sesudah makan.

Apa saja yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Sildenafil?

Pasien sebaiknya dilakukan evaluasi untuk memastikan tidak ada permasalahan kesehatan lain yang menjadi penyebab disfungsi ereksi. Ada tidaknya penyakit jantung juga harus dipastikan sebelum pemberian obat ini. Selain itu riwayat pengobatan juga harus diperhatikan, terutama penggunaan obat penyakit jantung (misalnya golongan nitrat) yang dapat menyebabkan hipotensi dan sinkop bila dikombinasi dengan obat Sildenafil. Obat-obatan yang rutin juga haruslah didiskusikan apakah tidak ada interaksi terhadap Sildenafil sebelum penggunaannya. Penggunaan beberapa antibiotik golongan makrolid (misalnya Erythromicin), anti jamur golongan Azole (seperti Ketoconazole) atau obat anti retroviral pada pengobatan HIV dapat meningkatkan kadar Sildenafil dalam darah. Sedangkan obat TBC (misal Rifampicin) dan anti kejang (Phenytoin) dapat mengurangi kadar Sildenafil dalam darah jika digunakan bersamaan.

Bagaimana Cara Penyimpanan Obat Sildenafil?

Sildenafil sebaiknya disimpan di tempat tertutup. Hindari tempat lembab maupun terpapar cahaya sinar matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Apa Saja Efek Samping yang Bisa Terjadi pada Penggunaan Sildenafil?

Sildenafil dapat menyebabkan beberapa efek samping namun tak selalu terjadi antara lain sakit kepala, nyeri otot, gejala pencernaan (diare, mual, sakit perut), hidung tersumbat, rasa panas di kulit (hot flush).

Beberapa efek samping berat dapat terjadi antara lain: Nyeri dada, ereksi berlangsung lebih dari 4 jam (priapismus), pusing yang berat hingga pinsan, tuli mendadak atau telinganya mendengung, penglihatan kabur, ataupun gejala alergi (misalnya gatal, bengkak bibir kelopak mata, dan sesak). Efek samping tersebut membutuhkan penanganan segera, pasien harus segera mencari pertolongan dokter/unit gawat darurat.

Demikian informasi praktis mengenai obat Sildenafil. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER