Obat Apakah Abiraterone?
Abiraterone acetate adalah jenis terapi hormon untuk kanker prostat. Abiraterone bekerja dengan cara yang berbeda dari terapi hormonal lainnya, yakni menghambat enzim yang diperlukan pada proses produksi androgen tubuh yang diekspresikan dalam jaringan testis, adrenal, dan jaringan kanker prostat sendiri. Karena hambatan inilah jumlah androgen yang dihasilkan tubuh akan berkurang drastis. Abiraterone bekerja dengan menghambat “enzim” spesifik di kelenjar adrenal yang bertanggung jawab pada produksi androgen. Maka ada risiko peningkatan produksi mineralokortikoid dalam tubuh. Pemberian bersama dengan prednison akan mengurangi risiko kelebihan mineralokortikoid tersebut. Nama merek dagang dari obat ini adalah Zytiga.
Apa Indikasi Pemberian Abiraterone?
Abiraterone acetate diindikasikan untuk pengobatan pria dengan kanker prostat yang resisten terhadap kastrasi (castration resistant prostate cancer) yang telah mengalami metastasis (penyebaran keluar dari prostat), dan biasanya yang telah menerima kemoterapi sebelumnya.
Bagaimana Dosis dan Cara Penggunaan Abiraterone?
Abiraterone acetate diberikan dengan dosis sekali sehari (1000 mg). Sediaan Abiraterone saat ini adalah tablet 250 mg, jadi perlu 4 tablet setiap harinya. Diminum utuh dan jangan dikunyah/dihancurkan. Biasanya diberikan pada kondisi perut kosong (2 jam setelah makan, atau satu jam sebelum makan) pada waktu yang sama setiap harinya. Obat Prednison biasanya perlu diberikan bersama dengan Abiraterone Acetate.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Abiraterone?
Abiraterone Acetate bekerja dengan menghambat “enzim” spesifik di kelenjar adrenal yang bertanggung jawab pada produksi androgen. Karena itu, ada risiko peningkatan produksi mineralkortikoid dalam tubuh saat menggunakan Abiraterone Acetate. Akibatnya, Abiraterone Acetate dapat menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi), hipokalemia (rendahnya kadar kalium dalam darah), dan retensi cairan dalam tubuh. Karena risiko ini, Abiraterone acetate harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat penyakit jantung, dan pasien harus dipantau secara ketat untuk gejala ini. Dosis bersama dengan prednison akan mengurangi risiko kelebihan mineralokortikoid.
Bagaimana Cara Penyimpanan Abiraterone?
Abiraterone sebaiknya disimpan di tempat tertutup pada suhu ruangan. Hindari kondisi lembab ataupun paparan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak, ibu hamil dan menyusui.
Apa Saja Efek Samping yang Bisa Ditemukan dengan Penggunaan Abiraterone?
Abiraterone dapat menyebabkan beberapa efek samping dari ringan hingga berat. Beberapa efek samping yang umum (lebih dari 30% pengguna akan mengalaminya) antara lain: retensi cairan tubuh, peningkatan level Trigliserida pada darah, peningkatan kadar enzim hati (AST). Beberapa efek samping ini lebih jarang ditemukan (terjadi pada 10-29% pengguna) antara lain: bengkak pada persendian, penurunan level kalium pada darah (hipokalemia), pembengkakan pada ekstremitas, nyeri pada otot, penurunan level fosfor (hypophosphatemia), hot flashes, batuk dan masalah pencernaan.
Gejala efek samping lain yang bisa dirasakan dan perlu konsultasi dengan dokter antara lain: pusing, diare, lebam dan perdarahan yang tidak normal, darah pada feses, rasa lelah yang berat, warna kuning pada kulit dan mata dan peningkatan tekanan darah.
Beberapa gejala efek samping berikut membutuhkan penanganan medis segera antara lain: demam menggigil, nyeri dada atau irama jantung tidak normal, kesulitan bernafas dan tidak bisa kencing lebih dari 8 jam. Segera ke dokter atau unit gawat darurat bila menemukan gejala tersebut.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




