29.7 C
Indonesia
Monday, October 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Distal Ureterolithotomy: Operasi batu ureter terbuka bagian bawah. Kapan dipertimbangkan?

Batu ureter yang disertai hidronefrosis sering ditemukan dalam praktik urologi saat ini. Tidak jarang datang dalam kondisi batu yang sangat besar dan menempel pada jaringan sekitar (impacted) atau ada penyempitan ureter di bawah batu sehingga sangat menyulitkan untuk dilakukan tindakan endourologi. Jika batu telah mencapai daerah pelvis dan dekat dengan kandung kemih, serta tidak dapat dilakukan tindakan endourologi maka operasi terbuka (distal ueretrolithotomy) menjadi salah satu pilihan disamping secara laparoskopik maupun robotik.

Pendahuluan

Batu ureter adalah batu saluran kemih yang tersangkut di ureter, saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Sekitar 20โ€“30% batu ureter ditemukan di ureter distal, yaitu segmen ureter yang paling dekat dengan kandung kemih. Meskipun sebagian besar batu ureter distal dapat dikeluarkan dengan pendekatan endourologi seperti ureteroskopi, dalam beberapa kasus diperlukan prosedur bedah terbuka yang disebut distal ureterolithotomy.

Apa Itu Distal Ureterolithotomy?

Distal ureterolithotomy adalah prosedur bedah terbuka atau laparoskopik yang dilakukan untuk mengangkat batu dari ureter bagian distal. Ini biasanya dipilih sebagai pilihan terakhir ketika teknik minimal invasif tidak berhasil, tidak tersedia, atau dikontraindikasikan karena kondisi tertentu.

Indikasi Utama

  • Batu ureter distal berukuran besar (>1.5โ€“2 cm)
  • Kegagalan ekstraksi batu dengan ureteroskopi
  • Adanya striktur ureter atau kelainan anatomi ureter di bawah batu
  • Infeksi berulang atau hidronefrosis akibat obstruksi
  • Batu terimpaksi (tertanam lama)

Tahapan Prosedur

  1. Anestesi: Pasien dalam posisi supine atau litotomi tergantung pendekatan bedah.
  2. Eksplorasi Abdomen: Sayatan dibuat di daerah inguinal atau bawah perut untuk mengekspos ureter distal.
  3. Identifikasi Batu: Ureter diinspeksi dan batu diraba.
  4. Ureterotomi: Sayatan longitudinal kecil dibuat di atas batu.
  5. Ekstraksi Batu: Batu dikeluarkan menggunakan forsep.
  6. Rekonstruksi: Ureter ditutup dengan jahitan halus, dan biasanya dipasang double-J stent untuk menjaga patensi ureter pascaoperasi.
  7. Penutupan Luka: Luka ditutup dan pasien dimonitor pascaoperasi.

Kelebihan Prosedur

  • Keberhasilan hampir 100% dalam pengangkatan batu
  • Dapat langsung mengatasi striktur atau patologi ureter lain jika ditemukan
  • Cocok untuk kondisi kompleks atau ketika tindakan endoskopik gagal

Risiko dan Komplikasi

  • Infeksi luka atau saluran kemih
  • Kebocoran urin pascaoperasi
  • Penyempitan ureter pascaoperasi
  • Perdarahan

Alternatif

  • Ureteroskopiย dengan litotripsi (URS) โ†’ pilihan utama untuk batu <2 cm
  • Laparoscopic atau robotic ureterolithotomy โ†’ pilihan jika tersedia dan tenaga terlatih

Kesimpulan

Distal ureterolithotomy tetap menjadi prosedur andalan dalam situasi tertentu untuk menangani batu ureter distal yang besar atau sulit dikeluarkan dengan pendekatan endoskopik. Meskipun tren saat ini mengarah ke prosedur minimal invasif, bedah terbuka masih memiliki tempat penting, terutama pada kasus kompleks.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER