26 C
Indonesia
Saturday, April 18, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Batu Ureter

Apa itu batu ureter?

Batu ureter biasanya merupakan batu ginjal yang berpindah posisi ke ureter. Ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Ureter biasanya berdiameter 4-6 mm dengan panjang sekitar 20-30 cm. Batu ginjal yang berpindah ke ureter terutama bila berukuran > 4mm akan dapat menyumbat ureter sehingga menimbulkan gejala kolik.

Penyebab Batu Ureter 

Batu ureter terbentuk ketika zat-zat yang ada dalam urin, seperti kalsium, oksalat, asam urat, atau fosfat, mengkristal dan membentuk batu keras. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ureter antara lain:

  1. Dehidrasi โ€“ Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan urin menjadi lebih pekat, meningkatkan konsentrasi zat pembentuk batu.
  2. Pola makan yang tidak sehat โ€“ Konsumsi berlebihan makanan tinggi garam, protein, atau oksalat dapat meningkatkan risiko pembentukan batu.
  3. Riwayat keluarga โ€“ Jika ada riwayat keluarga yang memiliki batu ginjal atau batu ureter, maka kemungkinan seseorang untuk mengalaminya juga lebih tinggi.
  4. Gangguan metabolik โ€“ Penyakit seperti hiperkalsemia atau gangguan metabolisme asam urat dapat berperan dalam pembentukan batu.
  5. Infeksi saluran kemih berulang โ€“ Infeksi saluran kemih dapat meningkatkan risiko pembentukan batu.

Bagaimana gejala batu ureter?

Batu saluran kemih yang paling sering menimbulkan gejala nyeri hebat adalah batu ureter. Batu ureter sering ditandai dengan nyeri tajam hilang timbul yang diakibatkan oleh peristalsis (gerakan) ureter serta adanya bendungan urin, yang disebut nyeri kolik. Posisi nyeri yang dirasakan akibat dari batu ureter bisa berpindah bergantung dari posisi batu tersebut. Bila batu terletak pada ureter bagian atas maka nyeri yang ditimbulkan dirasakan pada pinggang yang menjalar hingga ke pusar. Bila posisi batu terletak pada ureter tengah, nyeri yang ditimbulkan biasanya dirasakan hingga ke perut bagian bawah sesuai sisi ureter. Sedangkan bila telah mencapai ureter bagian bawah, maka nyeri yang dirasakan hingga ke kemaluan atau bahkan ke kantung zakar pada pria atau vagina pada wanita. Keluhan pada batu ureter bawah juga sering kali disertai rasa tidak tuntas pada saat kencing (anyang-anyangan), ataupun rasa ingin BAB namun tidak keluar feses. Sebagian besar pasien juga mengalami mual disertai muntah saat timbulnya gejala batu ureter ini. Urin pasien sering disertai darah saat keluhan muncul.

Bagaimana cara mendiagnosis batu ureter?

Diagnosis Batu Ureter Diagnosis batu ureter dilakukan melalui berbagai pemeriksaan, seperti:

  1. Pemeriksaan fisik โ€“ Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya tanda-tanda nyeri di daerah perut atau punggung bawah.
  2. Pemeriksaan urin โ€“ Untuk melihat adanya darah atau tanda infeksi.
  3. Pencitraan:
    • CT scan abdomen dan pelvisย tanpa kontras (CT stonografi): Merupakan metode yang paling akurat untuk mendeteksi batu ureter, termasuk lokasi dan ukuran batu.
    • Ultrasonografi: Digunakan untuk memantau ukuran batu, terutama pada pasien hamil atau anak-anak.
    • Foto polos X ray abdomen: Dapat digunakan untuk melihat batu yang mengandung kalsium, tetapi tidak sensitif untuk semua jenis batu.
  4. Urografi intravena (IVP): Dulu digunakan untuk menilai batu, tetapi saat ini sudah jarang digunakan karena adanya metode pencitraan lain yang lebih efisien dan tidak memerlukan kontras.

Penanganan Batu Ureter 

Penanganan batu ureter bervariasi tergantung pada ukuran, lokasi, dan gejala yang ditimbulkan. Secara umum, penanganannya dapat dibagi menjadi konservatif, minimal invasif, dan bedah.

  1. Pengobatan konservatif:
    • Pemberian cairan yang cukup: Untuk membantu batu bergerak keluar dari ureter.
    • Obat pereda nyeri: Seperti NSAID (ibuprofen) atau analgesik lainnya untuk mengatasi nyeri kolik ginjal.
    • Antibiotik: Jika ada infeksi saluran kemih yang terkait dengan batu.
  2. Tindakan minimal invasif:
    • ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy): Metode ini menggunakan gelombang kejut untuk menghancurkan batu menjadi potongan-potongan kecil yang bisa dikeluarkan melalui urin (pada batu ureter proximal)
    • Ureteroskopi: Prosedur di mana sebuah alat endourology (ureteroskop) dimasukkan melalui uretra untuk menemukan dan mengeluarkan batu atau menghancurkannya.
    • Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL): Diperlukan pada batu besar pada ureter yang tidak bisa dihancurkan dengan ESWL. Dalam prosedur ini, sebuah alat dimasukkan langsung ke ginjal melalui sayatan kecil pada kulit untuk mengangkat batu.
  3. Tindakan bedah:
    • Operasi terbuka: Biasanya hanya diperlukan dalam kasus batu yang sangat besar atau pada pasien dengan komplikasi yang serius.

Prognosis dan Pencegahan Sebagian besar penderita batu ureter dapat sembuh dengan pengobatan konservatif atau minimal invasif tanpa komplikasi jangka panjang. Namun, batu ureter dapat kambuh, terutama pada mereka yang memiliki faktor risiko tinggi. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya batu kembali, antara lain dengan:

  • Memperbanyak asupan cairan untuk mencegah urin menjadi pekat.
  • Mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi garam, protein hewani, dan oksalat.
  • Menghindari obat-obatan atau suplemen yang dapat meningkatkan pembentukan batu, jika tidak diperlukan.

Kesimpulan 

Batu ureter adalah kondisi yang cukup umum terjadi dan dapat menyebabkan rasa sakit yang sangat hebat serta gangguan pada fungsi ginjal jika tidak ditangani dengan baik. Diagnosis yang tepat dan pemilihan pengobatan yang sesuai sangat penting dalam mengelola kondisi ini. Dengan adanya kemajuan dalam teknologi medis, seperti ESWL, ureteroskopi, dan PCNL, penanganan batu ureter menjadi lebih efisien dan lebih sedikit invasif. Pencegahan dengan menjaga hidrasi yang baik dan pola makan sehat juga memainkan peran yang sangat penting dalam mengurangi risiko terjadinya batu ureter.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER