23.9 C
Indonesia
Saturday, April 18, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Urinalisis: Pemeriksaan urine, penapisan awal kelainan saluran kemih

Pemeriksaan Apakah Urinalisis?

Urinalisis adalah pemeriksaan penunjang untuk mengevaluasi berbagai komponen kesehatan pada urin. Urinalisis dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan kesehatan baik kelainan urologi misalnya infeksi saluran kemih, batu ginjal, gagal ginjal, maupun penyakit metabolik misalnya diabetes.

Hasil urinalisis yang tidak normal dapat menunjukkan suatu kelainan atau penyakit. Misalnya, infeksi saluran kemih dapat membuat urin terlihat keruh. Peningkatan kadar protein dalam urin bisa menjadi tanda kelainan pada ginjal. Hasil urinalisis yang tidak normal sering memerlukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan sumber permasalahan.

Apa Tujuan Pemeriksaan Urinalisis?

Urinalisis dapat dilakukan untuk indikasi antara lain:

Pada pemeriksaan umum rutin (medical check up), urinalisis dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pemeriksaan medis rutin, pemeriksaan kehamilan, persiapan sebelum operasi, atau saat dirawat di rumah sakit untuk evaluasi/screening penyakit penyerta, seperti diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit hati.

Selain itu, untuk mendiagnosis suatu kondisi medis, dokter dapat menyarankan urinalisis jika pasien mengalami gejala seperti sakit perut, sakit punggung, buang air kecil yang sering atau disertai nyeri, darah dalam urin, atau masalah saluran kemih lainnya.

Indikasi lainnya adalah untuk memantau kondisi penyakit terutama jika pasien telah terdiagnosis dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal atau penyakit saluran kemih. Dokter dapat merekomendasikan urinalisis secara teratur untuk memantau kondisi dan respon pengobatan pada pasien.

Tes lain, seperti tes kehamilan dan skrining penggunaan obat misalnya screening narkoba juga bergantung pada sampel urin. Akan tetapi tes ini mencari zat yang tidak termasuk dalam pemeriksaan urinalisis rutin. Misalnya, pada tes kehamilan, dilakukan pengukuran hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG). Skrining obat digunakan untuk mendeteksi obat tertentu atau produk metabolismenya (terutama yang dikeluarkan lewat urin). Hal ini tergantung pada tujuan pengujian (misalnya evaluasi panggunaan narkotika).

Persiapan Apa yang Mesti Dilakukan Sebelum Pemeriksaan Urinalisis?

Tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan urinalisis. Pasien dapat makan dan minum secara normal sebelum pemeriksaan. Namun sebaiknya pasien menginformasikan bila sedang mengkonsumsi obat tertentu karena dapat mempengaruhi hasil urinalisis terutama bila ingin mengetahui kandungan obat pada urin.

Bagaimana Prosedur Urinalisis?

Pasien akan disediakan wadah untuk tempat sampel urin. Pasien diminta untuk mengumpulkan sampel di pagi hari karena pada pagi hari urin lebih pekat, dan hasil abnormal lebih jelas. Namun sebaiknya tidak menggunakan urin yang pertama kali dikeluarkan setelah bangun tidur (kencing terlebih dahulu) lalu gunakan urin setelahnya. Untuk mendapatkan hasil yang paling akurat, sampel urin sebaiknya diambil porsi tengah (mid stream) dengan memastikan kebersihan saat pengambilan sampel urin.

Adapun langkah dalam mengumpulkan sampel urin antara lain diawali dengan membersihkan lubang kencing (muara uretra) . Wanita sebaiknya membentangkan labia mereka dan membersihkan dari arah depan ke belakang. Sedangkan pria sebaiknya menyeka/membersihkan ujung penis. Kemudian pasien mulai buang air kecil ke toilet.

Arahkan wadah pengumpul ke aliran urin untuk mendapatkan aliran urin porsi tengah (mid stream). Tampung urin setidaknya 30 hingga 60 mililiter ke dalam wadah pengumpul. Segera tutup wadah penampung untuk mencegah kontaminasi. Pasien dapat melanjutkan kencing setelah sampel urin diperoleh.

Serahkan sampel segera ke petugas analis untuk dilakukan pemeriksaan. Jika tidak dapat mengirimkan sampel dalam waktu 60 menit setelah pengambilan, sampel dapat didinginkan ke lemari pendingin.

Dalam beberapa kasus, pasien mungkin perlu dipasang kateter uretra ke dalam kandung kemih untuk mengumpulkan sampel urin. Sampel urin dapat dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Pasien kemudian dapat kembali beraktivitas biasa.

Hasil Apa Saja yang Diharapkan dari Pemeriksaan Urinalisis?

Untuk urinalisis, sampel urin Anda dievaluasi dalam tiga cara yakni pemeriksaan visual, tes dipstick, dan pemeriksaan mikroskopis.

Pemeriksaan Visual

Analis laboratorium akan memeriksa tampilan urin. Urin normalnya berwarna jernih. Kekeruhan atau bau yang tidak biasa dapat mengindikasikan suatu permasalahan, misalnya infeksi saluran kemih.

Darah dalam urin dapat menyebabkan urin terlihat merah atau coklat. Warna urin juga dapat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi pasien. Misalnya, buah bit dapat menyebabkan warna merah pada urin.

Tes Dipstick

Tes Dipstick adalah pemeriksaan dengan strip bahan kimia dan dapat mendeteksi kelainan pada urin. Strip kimia akan berubah warna jika ada zat tertentu atau jika kadarnya di atas normal. Tes dipstick antara lain memeriksa:

Keasaman (pH) urin. Tingkat pH menunjukkan tingkat asam/basa urin. Tingkat pH yang tidak normal dapat mengindikasikan gangguan ginjal atau saluran kemih.

Konsentrasi. Ukuran konsentrasi atau berat jenis urin menunjukkan seberapa pekat suatu partikel dalam urin. Konsentrasi yang lebih tinggi dari normal seringkali merupakan akibat dari tidak minum cukup cairan misalnya kondisi dehidrasi.

Protein. Kadar protein yang rendah dalam urin adalah temuan normal. Peningkatan kecil protein dalam urin biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi jumlah yang lebih besar dapat mengindikasikan masalah ginjal.

Gula. Biasanya jumlah gula (glukosa) dalam urin terlalu rendah untuk dideteksi. Setiap gula yang terdeteksi pada urin biasanya memerlukan tes lanjutan untuk mengevaluasi kemungkinan diabetes.

Keton. Seperti halnya gula, jumlah keton yang terdeteksi dalam urin bisa menjadi tanda diabetes dan memerlukan tes lanjutan.

Bilirubin. Bilirubin adalah produk pemecahan sel darah merah. Biasanya, bilirubin dibawa dalam darah dan masuk ke hati/liver, di mana akan dikeluarkan dan menjadi bagian dari cairan empedu. Bilirubin dalam urin dapat mengindikasikan kerusakan atau penyakit hati.

Bukti infeksi saluran kemih. Jika nitrit atau leukosit esterase, yang merupakan produk sel darah putih terdeteksi dalam urin, Hal itu mungkin merupakan tanda infeksi saluran kemih.

Darah. Darah dalam urin memerlukan pengujian tambahan. Temuan ini bisa merupakan tanda kerusakan ginjal, infeksi, batu saluran kemih, kanker ginjal atau kandung kemih, atau kelainan lain.

Pemeriksaan mikroskopis

Pada pemeriksaan ini, beberapa tetes urin dilihat dengan mikroskop. Jika salah satu dari hal berikut ini ditemukan dalam jumlah di atas rata-rata, maka pengujian tambahan diperlukan antara lain:

Sel darah putih (leukosit) dapat menjadi tanda peradangan atau infeksi.
Sel darah merah (eritrosit) dapat menjadi tanda penyakit ginjal, kelainan darah, atau kondisi medis lain yang mendasarinya, seperti kanker atau batu saluran kemih.
Bakteri atau ragi dapat mengindikasikan infeksi.
Cast – protein berbentuk tabung dapat terbentuk sebagai akibat dari gangguan ginjal.
Kristal yang terbentuk dari dalam urin dapat menjadi pertanda batu ginjal (misalnya kristal kalsium oksalat).

Pemeriksaan urinalisis saja biasanya tidak dapat memberikan kesimpulan diagnosis yang pasti. Suatu hasil urinalisis abnormal biasanya memerlukan pemeriksaan atau tindakan lebih lanjut. Dokter akan mengevaluasi hasil urinalisis bersama dengan tes lainnya atau melakukan tes tambahan untuk menentukan langkah diagnostik atau tatalaksana selanjutnya.

Misalnya, jika dari pemeriksaan dinyatakan sehat dan tidak memiliki tanda atau gejala penyakit, hasil urinalisis yang sedikit di atas normal mungkin tidak perlu dikhawatirkan dan tindak lanjut mungkin tidak diperlukan. Namun, jika telah didiagnosis menderita penyakit ginjal atau saluran kemih, peningkatan abnormal dapat menentukan pemeriksaan atau tindakan selanjutnya. Untuk mengetahui secara spesifik tentang arti hasil urinalisis, anda dapat berdiskusi lebih lanjut dengan dokter spesialis urologi terdekat di kota anda.

Demikian informasi praktis mengenai pemeriksaan urinalisis. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER