24.2 C
Indonesia
Wednesday, April 22, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Vesicolithotomy (Cystolithotomy): Operasi Pengangkatan Batu Kandung Kemih, Kapan diperlukan?

Pendahuluan

Batu kandung kemih atau batu buli merupakan kondisi yang terjadi akibat presipitasi kristal urin yang tidak dikeluarkan sempurna, seringkali terkait obstruksi saluran kemih bawah, infeksi, atau adanya benda asing intravesikal. Meskipun teknologi minimal invasif telah berkembang, vesikolithotomy sebagai prosedur bedah terbuka tetap memiliki tempat penting dalam tatalaksana batu buli, terutama pada batu yang besar atau multipel.

Vesicolithotomy adalah prosedur operasi terbuka pengangkatan batu dari kandung kemih. Pada perkembangan teknologi endourologi modern saat ini hampir tidak diperlukan lagi tindakan operasi terbuka. Namun pada beberapa kondisi dapat dipertimbangkan operasi terbuka pengangkatan batu kandung kemih.

Indikasi Vesikolithotomy

Tindakan vesikolithotomy dipilih pada kondisi berikut:

  • Batu kandung kemih berukuran besar (>3โ€“4 cm)
  • Batu multipel dan keras
  • Gagal terapi endourologi seperti cystolitholapaxy transuretra atau perkutaneus
  • Adanya kelainan anatomi yang menyulitkan akses uretra (misalnya striktur berat)
  • Kombinasi dengan operasi prostat (misalnya prostatektomi terbuka)

Prosedur Vesikolithotomy

Prosedur ini dilakukan melalui pendekatan terbuka. Langkah-langkah umum meliputi:

  1. Anestesi dan Posisi: Anestesi spinal atau umum, pasien dalam posisi supinasi.
  2. Sayatan Suprapubik: Sayatan midline atau Pfannenstiel dilakukan untuk mencapai kandung kemih.
  3. Identifikasi Kandung Kemih: Diseksi jaringan prevesikal untuk mengekspos dinding buli.
  4. Kistotomi (Pembukaan Kandung Kemih): Insisi vertikal pada dinding buli anterior.
  5. Pengambilan Batu: Batu diangkat dengan forsep atau scoop, dapat dibantu dengan irigasi.
  6. Pemeriksaan Intravesikal: Memastikan tidak ada batu sisa dan mengevaluasi mukosa.
  7. Penutupan Kandung Kemih: Ditutup dua lapis secara anatomis dan dipasang kateter Foley.
  8. Drainase dan Penutupan Luka: Dipasang drain suprapubik jika perlu dan luka ditutup berlapis.

Keunggulan Vesikolithotomy

  • Pengangkatan batu yang komplet, terutama batu besar dan keras
  • Dapat dikombinasikan dengan tindakan lain (misalnya prostatektomi)
  • Risiko rendah batu sisa dibanding metode non-invasif

Komplikasi

  • Infeksi luka atau sistemik
  • Perdarahan
  • Fistula vesikokutaneus (jarang)
  • Nyeri pascaoperasi dan pemulihan lebih lama dibanding endoskopi

Alternatif Terapi

  • Transurethral cystolitholapaxy: Efektif untuk batu kecil hingga sedang
  • Percutaneous cystolitholapaxy: Untuk pasien dengan kontraindikasi uretral akses
  • Laser lithotripsy: Dapat digunakan melalui akses endoskopik

Pasca Operasi

Pasien biasanya menggunakan kateter urin selama 5โ€“7 hari. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk menilai kesembuhan kandung kemih dan mencegah kekambuhan batu.

Kesimpulan

Vesikolithotomy masih menjadi prosedur penting dalam urologi, terutama pada kasus batu buli yang besar, multipel, atau disertai kondisi obstruktif lain. Meskipun prosedur invasif, vesikolithotomy memberikan hasil yang efektif dan aman bila dilakukan dengan teknik yang tepat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER