Torsio testis adalah kondisi terpuntirnya funikulus spermatikus dari testis yang menyebabkan terhambatnya aliran darah dari dan menuju testis. kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan testis apabila tidak segera dilakukan detorsi (dikembalikan ke posisi yang benar). Periode emas untuk tindakan pada kasus torsio testis adalah 6 jam. Setelah periode ini biasanya telah terjadi kerusakan testis. Tiga dari empat pasien (75%) akan mengalami kerusakan testis bila tindakan sejak awal timbulnya nyeri tertunda lebih dari 12 jam. Karena rentang periode emas dari gejala awal hingga terjadinya kerusakan testis sangat singkat, maka torsio testis termasuk kegawatan urologi untuk segera dilakukan eksplorasi skrotum.
Bagaimana Tindakan Eksplorasi Skrotum pada Torsio Testis?
Tindakan yang dilakukan pada torsio testis adalah eksplorasi skrotum dengan membuka skrotum hingga testis dapat dievaluasi. Jika ditemukan puntiran maka dilakukan detorsi (pengembalian posisi testis dengan memutar berlawanan arah dengan arah puntiran) dan dievaluasi apakah ada tanda perbaikan kondisi testis. Apabila warna testis kembali merah, dapat dilakukan tindakan orchidopexy (fiksasi testis pada dinding skrotum dengan penjahitan). Sedangkan apabila testis tetap berwarna biru kehitaman (nekrosis) tindakan yang dilakukan adalah orchidectomy (pengangkatan testis).
Apabila terbukti torsio testis, testis sebelahnya (kontralateral) akan dilakukan orchidopexy juga. Karena ada risiko terpuntir juga dikemudian hari akibat adanya fenomena Bell Clapper (tunica vaginalis melingkupi seluruh permukaan testis dan ujung funikulus, sehingga memungkinkan testis bisa “meluncur” dan berputar pada sumbu funikulus dan terjadi torsio testis).
Apa yang diharapkan setelah operasi?
Pasien biasanya dirawat 1-2 hari di rumah sakit, bergantung kondisi dan tipe pembiusan. Pasien diharapkan tetap menjaga kebersihan daerah skrotum setelah operasi untuk mencegah infeksi. Pasien diharapkan tidak mengedan ataupun mengangkat benda berat beberapa minggu setelah operasi.
Bila testis yang mengalami puntiran berhasil diselamatkan dan dilakukan orchidopexy, seringkali ukuran testis akan lebih kecil dari testis lainnya. Hal ini karena adanya cedera reperfusi setelah torsio testis. Selain itu akibat kerusakan beberapa jaringan testis yang mengalami puntiran maka dapat terjadi fenomena peningkatan ukuran testis yang sehat (Hipertrofi kompensata/compensatory hypertrophy).
Apakah kehilangan satu testis pada torsio testis akan mempengaruhi fertilitas?
Secara teori, satu testis dapat menghasilkan testosteron dan sperma yang cukup. Namun data menunjukkan bahwa kurang dari 1/3 pasien yang mengalami torsio testis dan telah dilakukan orchidectomy akan terjadi penurunan jumlah sperma pada analisis semen. Selain itu, disinyalir akibat terbukanya barrier darah dan testis (blood testicular barrier) pada torsio testis akan memicu timbulnya antibodi anti sperma yang dapat mengurangi kualitas sperma dan mengganggu kesuburan. Sangat penting ditekankan pada pasien untuk menjaga testis sebelahnya baik dengan menghindari cedera pada testis (menggunakan pelindung pada olahraga kontak erat) serta segera mencari pertolongan medis bila menemukan/ merasakan kelainan atau rasa tidak nyaman pada testis sebelah. Selain itu pemeriksaan level testosteron dapat direkomendasikan untuk dikerjakan lebih awal pada pasien pasca pengambilan testis terutama pada pasien dewasa, sehingga dapat dipertimbangkan terapi pengganti testosteron apabila diperlukan.
Demikian informasi praktis mengenai tindakan Eksplorasi testis pada torsio testis. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




