27.2 C
Indonesia
Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Leuprorelin Acetate: Terapi Hormonal Injeksi pada Kanker Prostat

Apa itu Leuprorelin Acetate?

Leuprorelin adalah obat terapi hormonal yang digunakan untuk terapi kanker prostat. Terapi hormonal adalah obat yang menghambat produksi hormon atau cara kerja hormon di dalam tubuh. Kanker prostat memerlukan hormon testosteron untuk tumbuh dan berkembang. Sebagian besar testosteron pada pria diproduksi oleh testis. Sejumlah kecil dibuat oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal. Leuprorelin bekerja dengan menghambat testis dalam memproduksi testosteron. Hal ini akan menurunkan kadar testosteron dan dapat menghambat kanker prostat atau menghentikan pertumbuhannya. Nama dagang dari Leuprorelin acetate adalah Tapros dan Eligard.

Apa indikasi pemberian Leuprorelin Acetate?

Leuprorelin dapat digunakan terpisah atau kombinasi dengan jenis pengobatan lainnya. Leuprorelin juga dapat digunakan sebelum atau sesudah operasi atau radioterapi. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengontrol kanker prostat yang telah menyebar ke bagian tubuh lain (kanker prostat stadium lanjut atau metastatik). Leuprorelin dapat diberikan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tergantung pada situasi pasien. Beberapa pria dengan kanker prostat stadium lanjut dapat dipertimbangkan terapi intermiten dengan leuprorelin. Hal ini berarti menjalani pengobatan leuprorelin selama beberapa bulan sampai kanker berada pada tingkat yang sangat rendah (diukur dengan tes darah yang disebut tes PSA). Setelah ini, Leuprorelin akan dihentikan sambil evaluasi PSA reguler dan Leuprorelin dilanjutkan bila diperlukan.

Berapa Dosis dan Bagaimana Cara Penggunaan Leuprorelin Acetate?

Dosis Leuprorelin berbeda tergantung indikasi dan sediaaan obat, diskusikan dengan dokter spesialis urologi anda mengenai dosis dan cara penggunaan Leuprorelin. Leuprorelin dapat diberikan melalui injeksi/suntikan subkutan (menyuntikkan obat ke dalam lapisan kulit). Injeksi dapat diberikan di bawah kulit (subkutan) perut atau lengan, dan dapat pula diberikan ke dalam otot (intramuskular) di bokong atau paha. Injeksi diberikan sebulan sekali atau setiap tiga bulan (bergantung jenis sediaan dan dosis Leuprorelin)

Apa yang harus diperhatikan sebelum pemberian Leuprorelin Acetate?

Leuprorelin harus dihindari penggunaannya pada pasien dengan kondisi: hipersensitivitas terhadap leuprorelin acetate dan agonis GnRH lainnya, serta pasien kanker prostat yang sebelumnya menjalani orchiectomy. Leuprorelin sebaiknya diberikan secara kombinasi pada pasien kanker prostat dengan kompresi medula spinalis atau bukti metastase tulang belakang untuk mencegah gejala flare up akibat peningkatan Testosteron secara tiba-tiba (nyeri hebat, penekanan saraf tulang belakang dll).

Bagaimana Penyimpanan Leuprorelin Acetate?

Leuprorelin sebaiknya disimpan di lemari pendingin dengan suhu antara 2-8 derajat Celcius.

Apa Efek Samping yang Bisa Ditimbulkan Pada Penggunaan Leuprorelin Acetate?

Terdapat efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Leuprorelin. Pasien bisa mengalami peningkatan sementara kadar testosteron pada hari-hari atau minggu-minggu pertama setelah memulai Leuprorelin. Hal ini dapat memperburuk gejala yang disebabkan oleh kanker prostat. Jika pasien menemukan peningkatan gejala pada bulan pertama setelah memulai Leuprorelin, beri tahu dokter urologi anda. Apabila menemukan darah dalam urin, sakit punggung, atau mati rasa pada kaki, beri tahu dokter segera. Bisa dipertimbangkan kombinasi terapi hormon dalam bentuk pil (Bicalutamide) untuk mencegah atau mengurangi efek flare tumor. Biasanya pasien diminta mulai meminum tablet sebelum memulai pengobatan injeksi dengan Leuprorelin dan terus meminum obat tersebut selama beberapa minggu sesudah injeksi Leuprorelin.

Pasien juga dapat merasakan hot flash, dimana pasien merasakan kehangatan dan berkeringat di leher dan wajah, dan kulit berwarna kemerahan. Hot flash ringan dapat berlangsung dari beberapa detik hingga sekitar beberapa menit. Hot flash yang lebih parah dapat berlangsung 10 menit atau lebih. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati atau mengurangi hot flash yakni menurunkan asupan nikotin, alkohol, dan minuman panas yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Hot flash akan mulai berkurang saat tubuh mulai beradaptasi dengan pengobatan hormonal.

Pada penggunaan Leuprorelin, kebanyakan pria dapat mengalami kehilangan gairah seksual dan mengalami kesulitan ereksi (disfungsi ereksi). Biasanya akan kembali normal setelah penghentian obat, meskipun beberapa pasien tetap mengalami masalah seksual setelah perawatan selesai. Dokter dapat meresepkan obat untuk membantu masalah ereksi (misalnya Sildenafil, Tadalafil dll) meskipun obat ini tidak mempengaruhi gairah/dorongan seksual. Selain itu keletihan/kelelahan adalah efek samping yang juga umum ditemukan. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga setidaknya dua kali seminggu dapat mengurangi kelelahan pada pria yang menggunakan terapi hormonal. Beberapa pasien juga menemukan bahwa Leuprorelin dapat membuat mereka sakit kepala. Keluhan ini biasanya ringan dan dapat dikontrol dengan obat-obatan.

Pada penggunaan Leuprorelin selama lebih dari enam bulan, pasien juga bisa mengalami beberapa efek samping berikut antara lain kenaikan berat badan, perubahan dalam memori atau kemampuan untuk berkonsentrasi. Pasien juga dapat mengalami pembesaran di area dada (ginekomastia). Penggunaan Leuprorelin selama beberapa tahun juga dapat meningkatkan risiko penipisan tulang (osteoporosis), yang dapat pula meningkatkan risiko patah tulang. Latihan seperti berjalan dan latihan ketahanan seperti angkat beban dapat membantu menjaga tulang tetap kuat. Makan makanan yang sehat, tidak merokok, dan menjaga asupan alkohol dalam batas yang disarankan juga dapat membantu melindungi tulang.

Penggunaan Leuprorelin dalam waktu lama juga terkadang dapat mempengaruhi fungsi hati. Pasien juga dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, perubahan irama jantung, dan diabetes. Namun, secara keseluruhan, manfaat pengobatan lebih besar daripada kemungkinan risikonya. Penting bagi pasien untuk memberi tahu dokter jika pernah memiliki masalah dengan irama jantung atau jika sedang mengonsumsi obat apa pun untuk ini. Makan makanan yang sehat, tidak merokok, menjaga konsumsi alkohol dalam batas yang disarankan, menjaga berat badan yang sehat, dan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Dalam kasus yang jarang terjadi, Leuprorelin dapat menyebabkan reaksi alergi beberapa jam setelah diberikan. Tanda-tanda reaksi antara lain gatal, bengkak pada bibir dan kelopak mata, pusing atau kesulitan bernapas, nyeri di punggung, perut, atau dada, atau merasa tidak enak badan secara keseluruhan. Jika menemukan gejala seperti ini, segera memeriksakan diri ke dokter atau unit gawat darurat untuk penanganan segera.

Demikian informasi praktis mengenai obat Leuprorelin Acetate. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER