26.8 C
Indonesia
Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Subcapsular Orchidectomy: Terapi bedah untuk menurunkan level testosteron pada pasien kanker prostat

Apa itu tindakan Subcapsular Orchidectomy?

Subcapsular orchidectomy adalah tindakan operasi untuk mengambil isi dari buah zakar (testis) dengan tetap meninggalkan kantung testis (tunica albuginea). Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengambil sumber penghasil testosteron, sehingga kadar testosteron dalam tubuh dapat turun hingga level kastrasi (<20 ng/ml) (androgen deprivation theraphy).

Kapan prosedur ini dilakukan?

Subcapsular orchidectomy disarankan untuk dilakukan pada pasien kanker prostat yang telah metastasis, dan tidak menghendaki terapi menurunkan androgen dengan obat.

Bagaimana Prosedur Tindakan Subcapsular Orchidectomy?

Tindakan ini bisa dilakukan dengan lokal anestesi, regional anestesi (bius separuh tubuh) ataupun general anastesia (bius umum/pasien tertidur). Pasien akan diposisikan berbaring ataupun posisi tidur dengan tungkai bawah terbuka (lithotomy). Kulit kantong zakar akan dibersihkan (rambut pubis biasanya dicukur terlebih dahulu). Kemudian kulit skrotum bagian tengah (raphe) diinsisi, diperdalam lapis demi lapis hingga menemukan buah zakar (testis). Testis kemudian diinsisi, dan isi dari testis dikeluarkan. Perdarahan dievaluasi dan dihentikan dengan kauterisasi. Pembungkus testis (tunica albuginea) kemudian dijahitkan kembali. Lalu dilanjutkan tindakan subcapsular orchidectomy pada testis sebelahnya melalui luka yang sama (1 insisi). Lapisan kulit skrotum kemudian ditutup/dijahit lapis demi lapis dengan benang yang dapat diserap (absorbable suture). Luka operasi ditutup dengan jaring antibiotik dan kasa. Skrotum kadang perlu diangkat dan kompresi selama 24 jam (scrotal elevation and compression) untuk mencegah terbentuknya hematom pada rongga skrotum. Namun hal ini optional tergantung kondisi temuan operasi.

Apa yang diharapkan setelah operasi?

Pasien biasanya bisa pulang sehari setelah operasi apabila tidak ditemukan penyulit. Pasien perlu menjaga kebersihan luka operasi hingga kering. Karena tindakan ini merupakan surgical castration maka penurunan testosteron akan cepat, sehingga perlu dievaluasi level testosteron (biasanya 1 minggu setelah operasi).

Kapan pasien perlu ke Unit Gawat Darurat atau Kontrol Lebih Cepat?

Pasien perlu ke unit gawat darurat bila ditemukan pembengkakan pada skrotum setelah operasi, kemungkinan akibat akumulasi darah ataupun akibat infeksi yg menyebabkan akumulasi nanah/pus (scrotal abscess).

Demikian informasi praktis mengenai tindakan Subcapsular Orchidectomy. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER