DJ stent merupakan selang yang diletakkan pada ureter dari ginjal hingga kandung kemih dengan tujuan melancarkan aliran urine. Biasanya dipasang setelah dilakukan tindakan pada ureter atau ginjal. Karena DJ stent termasuk benda asing pada saluran kemih, maka tentunya pada waktu tertentu haruslah dilepas.
Kapan sebaiknya DJ stent dilepaskan?
Waktu pelepasan DJ stent sangat ditentukan oleh indikasi pemasangan dan tindakan/kondisi sebelum pemasangan DJ stent. Jika pemasangan setelah tindakan URS (dengan tujuan pencegahan edema jaringan ureter pada batu yang lengket/impacted), biasanya DJ stent cukup dipertahankan selama 1-2 minggu. Bila DJ stent dipasang setelah rekonstruksi ureter (misalnya repair ureter, end to end anastomosis, pyeloplasty, ureteroneocystostomy dll), DJ stent bisa dipertahankan lebih lama (4-6 minggu). Jika indikasi pemasangan DJ stent adalah karena mencegah perburukan sumbatan ureter pada pasien kanker (misalnya kanker cervix, recti dll), DJ stent bisa dipertahankan lebih lama hingga batas umur DJ stent (3 bulan pada DJ stent biasa atau 1 tahun pada DJ stent silicone). Namun setelah tercapainya umur DJ stent tersebut, DJ stent harus diganti dengan DJ stent yang baru.
Bagaimana Prosedur Pelepasan DJ stent?
Pelepasan DJ stent bisa dilakukan tanpa pembiusan pada DJ stent yang terpasang benang (benang dibuat simpul di luar muara uretra supaya tidak masuk ke uretra/kandung kemih).
Bila tidak terpasang benang, pelepasan DJ stent perlu dengan pembiusan. Bisa dengan bius lokal, maupun bius sebagian/total bergantung toleransi pasien dan alat yang digunakan. Bila menggunakan flexible cystoscope, pelepasan DJ stent bisa dengan bius lokal (dengan jelly yang dicampur penghilang nyeri). Kemudian flexible cystoscope dimasukkan ke muara uretra hingga kandung kemih (seperti pemasangan selang kateter). DJ stent kemudian dijepit dan ditarik menggunakan penjepit (forcep) DJ stent yang fleksibel.
Pada penggunaan sistoskopi rigid, biasanya pasien memerlukan pembiusan karena nyeri. Setelah dibius, sistoskopi dimasukkan ke dalam muara uretra secara visual hingga ke kandung kemih. Lalu DJ stent ditarik menggunakan penjepit. DJ stent lalu di observasi dengan menentukan adanya enkrustasi/kerak pada DJ stent.
Apa yang bisa diharapkan setelah tindakan?
Setelah tindakan, pasien tanpa pembiusan atau bius lokal biasanya bisa pulang tanpa perlu rawat inap. Namun pasien dengan pembiusan biasanya memerlukan rawat inap sehari atau one day care. Pasien terkadang menemukan BAK bercampur darah, namun biasanya tidak lebih dari dua hari. Pasien kadang merasakan kemeng di daerah pinggang sisi dipasang DJ stent sebelumnya. Namun biasanya akan hilang seiring kembali normalnya gerakan peritalsis ureter (saat terpasang DJ stent peristalsis ureter terganggu).
Kapan pasien harus kontrol lebih cepat atau ke UGD?
Pasien diharapkan kontrol lebih cepat atau ke UGD apabila setelah tindakan pelepasan DJ stent pasien merasa nyeri hebat pada pinggang sisi yang dilepas DJ stent, disertai penurunan volume kencing. Pasien juga diharapkan untuk segera ke rumah sakit bila merasa demam atau menggigil setelah pelepasan DJ stent tersebut.
Demikian informasi praktis mengenai tindakan pelepasan DJ stent. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




