21.8 C
Indonesia
Thursday, January 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Amputasi Penis (Penectomy): Saat Pengangkatan Penis Menjadi Tindakan Medis yang Diperlukan

Apa Itu Penectomy?

Penectomy adalah tindakan bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh penis. Meski terdengar ekstrem, penectomy dilakukan bukan karena alasan kosmetik, melainkan karena kondisi medis serius, terutama kanker penis.

Tindakan ini bisa bersifat parsial (sebagian) atau total (keseluruhan) tergantung sejauh mana penyakit sudah menyebar.


Kapan Penectomy Diperlukan? (Indikasi Tindakan)

Penectomy biasanya dilakukan pada kasus:

  • Kanker penisย stadium lanjut, yang tidak bisa ditangani dengan terapi lain
  • Kanker yang menyerang batang penis dan tidak bisa diangkat sebagian saja
  • Infeksi berat (sangat jarang) yang tidak merespons pengobatan dan membahayakan nyawa
  • Trauma berat yang merusak jaringan penis secara luas

Jenis Teknik Prosedur Penectomy

Ada dua tipe utama prosedur penectomy:

  1. Parsial Penectomy
    • Hanya bagian penis yang terkena penyakit diangkat
    • Ujung penis dibentuk ulang agar pasienย masih bisa buang air kecil berdiri dan melakukan hubungan seksual terbatas
  2. Total Penectomy
    • Seluruh penis diangkat
    • Biasanya dilakukan jika kanker sudah menyebar luas
    • Uretra dialihkan ke area di antara skrotum dan anus (perineum), sehingga pasien buang air kecilย dalam posisi duduk atau jongkok

Kadang disertai limfadenektomi, yaitu pengangkatan kelenjar getah bening di selangkangan, jika kanker telah menyebar.


Komplikasi yang Bisa Terjadi

Setiap operasi punya risiko. Komplikasi penectomy antara lain:

  • Infeksi luka operasi
  • Perdarahan
  • Nyeri berkepanjanganย (terutama pada pasien yang mengalami trauma psikologis)
  • Gangguan buang air kecil
  • Disfungsi seksual
  • Dampak psikologis: kecemasan, depresi, atau gangguan citra tubuh

Apa yang Perlu Diperhatikan Pasca Penectomy?

  1. Perawatan luka operasi
    • Jaga kebersihan area operasi, terutama jika uretra dialihkan ke perineum
    • Hindari aktivitas berat selama masa pemulihan
  2. Rehabilitasi medis dan psikologis
    • Konseling sangat dianjurkan untuk mendampingi proses adaptasi emosional
    • Dukungan pasangan dan keluarga sangat membantu
  3. Pemantauan lanjutan
    • Pasien tetap harus rutin kontrol untuk memantau kekambuhan kanker
    • Pemeriksaan kelenjar getah bening dan organ lain secara berkala
  4. Adaptasi fungsi buang air kecil
    • Jika uretra dipindah, pasien harus belajar buang air kecil dari lubang baru di perineum

Kesimpulan

Penectomy adalah pilihan medis yang sulit tapi pentingย untuk menyelamatkan nyawa dalam kondisi seperti kanker penis. Dengan pendekatan bedah yang tepat, disertai dukungan medis dan psikososial, pasien bisa tetap menjalani hidup dengan kualitas yang baik.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER