21.8 C
Indonesia
Thursday, January 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Kateter 3 Jalur (3 way catheter): Irigasi membilas kandung kemih berkelanjutan

Apa itu kateter 3 jalur (3 way catheter) ?

Kateter 3 jalur (3 way catheter) adalah kateter dengan 3 saluran di dalamnya. Saluran tersebut antara lain: saluran cairan urin dari kandung kemih ke luar tubuh, saluran untuk mengembangkan balon kateter, dan sebagai tambahan (yang membedakan dengan kateter 2 jalur) saluran untuk cairan irigasi yang masuk ke kandung kemih. Dengan adanya 3 jalur ini diharapkan dapat mengalirkan cairan berkesinambungan ke dalam kandung kemih untuk membilas kandung kemih dan mengeluarkan debris/kotoran/darah/gumpalan darah dari kandung kemih ke luar tubuh.

Kapan Indikasi Pemasangan Kateter Tiga Jalur?

Kateter 3 Jalur diindikasikan pada kondisi gross hematuria (makroskopik) dengan tujuan untuk membilas darah dari kandung kemih (baik dari saluran kemih atas misalnya ginjal, dari kandung kemih sendiri maupun prostat) sebelum terbentuk gumpalan darah. Hal ini bertujuan untuk mencegah terbentuknya akumulasi gumpalan darah (blood clot) yang besar yang akan sulit dikeluarkan dari kandung kemih dan berisiko menyumbat uretra dan menyebabkan retensi urin.

Selain itu kateter 3 jalur juga dipertimbangkan pada pasien pasca operasi dengan risiko perdarahan di kandung kemih/prostat, misalnya setelah operasi TURP, TURBT, biopsi kandung kemih maupun operasi prostat terbuka. Kateter ini biasanya akan dipertahankan 2-3 hari setelah operasi sambil menurunkan intensitas tetesan irigasi. Apabila telah dipastikan tidak ada perdarahan, maka kateter dapat dilepas/diganti kateter 2 jalur sesuai indikasi.

Indikasi lain dari kateter 3 jalur adalah adanya fistulasi (hubungan) antara kandung kemih dengan usus, sehingga menyebabkan tercampurnya kotoran dengan urin. Hal ini bila dibiarkan akan dapat menyebabkan akumulasi kotoran/debris pada kandung kemih yang menyebabkan retensi urin. Maka pembilasan menggunakan kateter 3 jalur dapat mengurangi kemungkinan retensi, hingga dilakukan terapi definitif ataupun diversi urin (misalnya nefrostomi).

Apa yang diharapkan dari Pemasangan Kateter Tiga jalur?

Setelah pemasangan kateter 3 jalur dengan irigasi, diharapkan aliran urine ke kantung penyimpanan urin akan lancar dan jernih, sehingga kemungkinan terbentuk gumpalan darah ataupun akumulasi kotoran di kandung kemih jadi minimal. Setelah tanda perdarahan berhenti, cairan irigasi dicoba dihentikan secara bertahap. Setelah urin tidak berwarna merah lagi dengan penghentian cairan irigasi, maka kateter 3 jalur dapat dipertimbangkan untuk dilepas (atau diganti dengan kateter dua jalur bila masih ada indikasi penggunaan kateter).

Apa yang mesti diperhatikan saat menggunakan Kateter Tiga Jalur?

Bila urin tidak keluar ke selang disertai rasa nyeri pada perut bawah (retensi urin). Kemungkinan ada sumbatan pada kateter. Hal ini memerlukan tindakan manual spooling atau bila perlu tindakan evakuasi gumpalan darah per endoskopi untuk mengeluarkan kotoran ataupun gumpalan darah tersebut.

Jumlah cairan irigan dan jumlah urin keluar juga harus diperhatikan, untuk mengkalkulasi produksi urin sebenarnya dari pasien.

Demikian informasi praktis mengenai penggunaan kateter tiga jalur. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER