Uretra adalah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lingkungan luar tubuh pada manusia. Trauma uretra adalah cedera atau kerusakan pada uretra yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kecelakaan, tindakan medis, atau aktivitas seksual yang kasar. Trauma uretra dapat berkisar dari cedera ringan hingga cedera parah yang memerlukan perhatian medis segera. Berikut ini akan dijelaskan mengenai jenis trauma uretra, derajat cedera yang mungkin terjadi, dan penanganannya.
Jenis Trauma Uretra:
- Cedera Tumpul: Cedera ini terjadi akibat benturan fisik atau trauma langsung pada daerah genital. Contohnya adalah benturan saat berolahraga atau kecelakaan.
- Cedera Tembus: Cedera ini terjadi ketika benda tajam atau benda asing menembus uretra. Ini dapat terjadi dalam kecelakaan atau karena tindakan medis yang kurang hati-hati.
- Cedera Trauma Seksual: Cedera ini disebabkan oleh aktivitas seksual yang kasar atau tidak aman, seperti penetrasi yang terlalu keras atau penggunaan benda-benda tajam.
- Cedera Akibat Tindakan Medis: Beberapa prosedur medis, seperti kateterisasi atau pembedahan di daerah panggul, dapat menyebabkan cedera pada uretra.
Derajat Cedera Uretra:
Cedera uretra dapat dikelompokkan menjadi lima derajat berdasarkan AAST (American Association for the Surgery of Trauma), yaitu:
- Derajat I (Kontusio/Memar pada Uretra): Pada derajat ini, lapisan dalam uretra mengalami iritasi atau luka ringan. Pada uretra pasien dapat ditemukan darah tanpa disertai kelainan pada pemeriksaan Uretrografi. Gejala mungkin termasuk nyeri saat buang air kecil atau sedikit darah dalam urin.
- Derajat II (Pemanjangan Uretra): Pada derajat ini terjadi peregangan atau pemanjangan pada uretra, tidak ditemukan ekstravasasi/kebocoran uretra pada pemeriksaan uretrografi.
- Derajat III (Robekan Sebagian) Pada derajat ini, terjadi kerusakan yang lebih serius pada dinding uretra. Ini bisa berupa luka dalam atau robekan. Pada pemeriksaan uretrografi ditemukan ekstravasasi/kebocoran pada uretra namun pewarna/kontras yang diberikan pada pemeriksaan masih bisa masuk ke kandung kemih (tervisualisasi). Gejala meliputi nyeri hebat, kesulitan buang air kecil, dan mungkin darah yang lebih banyak dalam urin.
- Derajat IV (Robekan total uretra): Pada cedera ini terjadi robekan total/putus pada uretra. Pada pemeriksaan uretrografi ditemukan ekstravasi pada uretra, namun pewarna/kontras tidak bisa masuk ke kandung kemih, dan uretra putus/terpisah sejauh < 2 cm. Cedera ini melibatkan kerusakan yang luas pada uretra dan mungkin melibatkan kerusakan pada jaringan sekitar.
- Derajat V (Robekan total uretra): Pada cedera ini terjadi robekan total/putus pada uretra. Pada pemeriksaan uretrografi ditemukan ekstravasi pada uretra, namun pewarna/kontras tidak bisa masuk ke kandung kemih, dan yang membedakan dengan derajat IV adalah uretra putus/terpisah sejauh > 2 cm. Cedera ini melibatkan kerusakan yang luas pada uretra dan mungkin melibatkan kerusakan pada jaringan sekitar.
Penanganan Trauma Uretra:
Penanganan cedera uretra tergantung pada derajat cedera dan tingkat keparahannya. Langkah-langkah umum yang mungkin diterapkan meliputi:
- Penghentian Aktivitas: Pada cedera ringan, istirahat dan hindari aktivitas yang dapat memperburuk cedera.
- Pemberian Obat: Obat penghilang nyeri dan antiinflamasi mungkin diresepkan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
- Kateterisasi: Pada beberapa cedera, kateterisasi mungkin diperlukan untuk mencegah pembentukan penyumbatan dan membantu dalam pengeluaran urine. Pemasangan kateter bisa dilakukan dengan bantuan alat endoscopy.
- Diversi Urin (Sistostomi): Pada kondisi retensi dan kesulitan pemasangan kateter, dapat dipertimbangan tindakan diversi urin yakni pemasangan kateter sistostomi untuk mengalirkan urine, serta mengistirahatkan daerah trauma dan memberikan kesempatan jaringan uretra untuk sembuh.
- Prosedur Bedah: Cedera parah mungkin memerlukan tindakan pembedahan untuk memperbaiki kerusakan pada uretra dan jaringan sekitarnya terutama pada trauma tembus, maupun trauma leher kandung kemih (bladder neck).
Penting untuk segera mencari penanganan medis jika mengalami cedera uretra . Penanganan medis yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius dan mengurangi risiko jangka panjang terutama striktur uretra.
Kesimpulan:
Trauma uretra adalah cedera atau kerusakan pada saluran uretra yang menghubungkan kandung kemih dengan lingkungan luar tubuh. Jenis cedera bisa bermacam-macam, dan derajat kerusakan dapat berkisar dari ringan hingga parah. Penanganan yang tepat dan tepat waktu sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan memulihkan fungsi normal uretra. Jika mengalami trauma uretra, segera mencari perawatan medis adalah langkah yang paling bijaksana.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. ย Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




