Penyakit Batu ginjal adalah kondisi penyakit yang mudah berulang. Pasien dengan riwayat batu ginjal memiliki risiko munculnya batu ginjal berulang sekitar 50% dalam 5 tahun apabila tidak disertai modifikasi gaya hidup. Terbentuknya batu ginjal sangat berhubungan dengan jumlah cairan yang diminum sehari-hari. Jumlah minum yang sedikit akan mengurangi jumlah produksi urin oleh ginjal. Hal ini kemudian akan menyebabkan peningkatan kepekatan urin. Urin yang pekat akan memudahkan terbentuknya kristal pada ginjal yang kedepannya berkembang menjadi batu ginjal.
Hubungan air putih dengan pencegahan batu ginjal sangat erat. Berikut adalah beberapa alasan mengapa minum air putih dapat membantu mencegah batu ginjal:
1. Menjaga Hidrasi Tubuh
โข Minum air putih secara teratur membantu menjaga hidrasi tubuh, sehingga urine tidak menjadi terlalu pekat. Urine yang pekat lebih sulit larutkan kristal urine, yang dapat memicu pembentukan batu ginjal.
2. Melarutkan Mineral
โข Air putih membantu melarutkan sisa mineral yang masuk ke tubuh, sehingga mereka dapat dikeluarkan bersama urine. Hal ini dapat mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.
3. Mengurangi Risiko Pembentukan Kristal Mineral:
โข Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat menyebabkan urin menjadi lebih pekat, sehingga mempermudah pembentukan kristal mineral yang menjadi batu ginjal. Minum air putih yang cukup dapat mencegah penumpukan kristal-kristal mineral ini.
4. Volume Urin yang Optimal
โข Konsumsi air putih yang adekuat dapat meningkatkan volume urin hingga 2,5 L per hari, yang diyakini dapat mencegah rekurensi batu ginjal.
Dengan kata lain, minum air putih secara teratur dapat membantu mencegah batu ginjal dengan menjaga hidrasi tubuh, melarutkan mineral, dan mengurangi risiko pembentukan kristal mineral.
Jumlah cairan yang disarankan untuk mencegah terbentuknya batu ginjal adalah 2,5 sampai dengan 3 liter sehari. Namun hal ini perlu disesuaikan dengan kondisi yang menyertai, misalnya kondisi panas atau aktivitas fisik yang tinggi yang tentunya memerlukan asupan cairan yang lebih banyak untuk mencegah urin menjadi pekat. Pada pasien dengan kelainan jantung atau pasien gagal ginjal yang memerlukan pembatasan jumlah cairan sebaiknya menyesuaikan rekomendasi jumlah cairan maksimal yang dapat diminum sehari untuk mencegah munculnya gejala sesak.
Untuk tipe cairan yang disarankan tentunya air putih yang telah dimasak atau air kemasan tanpa campuran mineral lain. Beberapa jenis jus buah/sayuran diketahui dapat mencegah batu ginjal, misalnya lemon, jeruk nipis, jeruk bali dan apel diketahui dapat mengurangi kadar kalsium oksalat pada urin sehingga berperan mencegah terbentuknya kristal pada urin. Minuman dengan kandungan tinggi kalsium tidak disarankan, namun bukan berarti kita harus membatasi jumlah asupan kalsium dari makanan. Justru kalsium diharapkan dikonsumsi dalam batas normal. Jadi sudah cukup minum air kah anda hari ini?
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




