21.8 C
Indonesia
Thursday, January 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Prostatitis: Infeksi/Peradangan pada prostat

Apa itu Prostatitis?

Prostatitis adalah peradangan atau infeksi pada kelenjar prostat—organ kecil seukuran kenari yang terletak di bawah kandung kemih pria dan mengelilingi uretra. Kondisi ini bisa terjadi pada pria dari segala usia, namun lebih sering dialami oleh pria usia 30–50 tahun.

Jenis-Jenis Prostatitis (Berdasarkan NIH Classification):

  1. Prostatitis Bakteri Akut (Category I)
    Disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya muncul tiba-tiba dan berat.
  2. Prostatitis Bakteri Kronis (Category II)
    Infeksi berulang atau menetap dengan gejala ringan hingga sedang.
  3. Chronic Pelvic Pain Syndrome (CPPS, Category III)
    Bentuk paling umum. Tidak ditemukan infeksi, tapi gejalanya menyerupai prostatitis.
  4. Asymptomatic Inflammatory Prostatitis (Category IV)
    Tanpa gejala, namun ditemukan peradangan saat evaluasi kesuburan atau prosedur urologi lainnya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di perineum (antara anus dan skrotum), panggul, atau punggung bawah
  • Sering buang air kecil, terutama malam hari (nokturia)
  • Nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi
  • Demam dan menggigil (pada prostatitis bakteri akut)

Diagnosis Prostatitis

Diagnosis dilakukan berdasarkan:

  • Anamnesis & Pemeriksaan Fisik, termasuk pemeriksaan colok dubur (DRE)
  • Analisis Urine dan Kultur Urine
  • Tes Empat Gelas Meares-Stamey (ideal, tapi jarang dilakukan karena kompleks)
  • Tes PSA dapat meningkat pada prostatitis akut, sehingga interpretasi harus hati-hati
  • Ultrasonografi transrektal (TRUS) kadang digunakan bila ada dugaan abses prostat atau kelainan anatomi

Penatalaksanaan Berdasarkan Tipe

  • Prostatitis Akut
    Antibiotik spektrum luas seperti fluoroquinolone atau trimetoprim-sulfametoksazol selama 2–4 minggu. Bila berat, perlu rawat inap dan antibiotik IV.
  • Prostatitis Kronik Bakterial
    Terapi antibiotik jangka panjang (4–6 minggu) + antiinflamasi dan alpha-blocker.
  • CPPS (Tipe III)
    Pendekatan multimodal: kombinasi obat (alpha-blocker, antiinflamasi, antidepresan trisiklik), fisioterapi, hingga terapi perilaku.
  • Tipe IV tidak memerlukan terapi khusus karena tidak bergejala.

Kesimpulan

Prostatitis adalah kondisi kompleks dengan spektrum gejala yang luas. Diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai dengan tipenya sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Konsultasi ke dokter urologi sangat dianjurkan jika mengalami gejala yang mencurigakan.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Artikel sebelumnya
Artikel berikutnya
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER