Pendahuluan
Batu ureter merupakan salah satu masalah saluran kemih yang paling sering ditemui di praktik urologi. Gejala yang ditimbulkan meliputi nyeri kolik hebat, hematuria, hingga obstruksi saluran kemih. Seiring berkembangnya teknologi, pendekatan bedah terhadap batu ureter semakin mengarah pada metode minimal invasif. Salah satu teknik yang paling umum digunakan saat ini adalah ureteroscopy (URS).
Apa itu Ureteroscopy (URS)?
Ureteroscopy adalah prosedur endourologi yang dilakukan dengan memasukkan alat ureteroskop melalui uretra dan kandung kemih menuju ureter untuk melihat dan menangani batu ureter secara langsung. URS dapat dibedakan menjadi dua jenis utama:
- Semi-rigid URS: Biasanya digunakan untuk batu ureter distal hingga proximal
- Flexible URS (fURS): Digunakan untuk batu ureter proksimal hingga ginjal atau jika akses lebih sulit.
Indikasi URS
URS direkomendasikan pada kondisi berikut:
- Batu ureter โฅ5 mm yang tidak dapat keluar spontan
- Nyeri refrakter meski telah diberikan terapi konservatif
- Infeksi saluran kemih akibat obstruksi batu
- Gangguan ginjal akibat obstruksi
- Kegagalan terapi ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)
- Pada kondisi ureter menyempit (stenosis) dapat dilanjutkan dengan pelebaran/dilatasi ureter dan pemasangan DJ stent.
- Bila ditemukan tumor intralumen dapat dilakukan biopsi tumor
Prosedur URS
- Anestesi: Umumnya dilakukan dengan anestesi spinal atau general.
- Akses: Ureteroskop dimasukkan melalui uretra โ kandung kemih โ ureter.
- Visualisasi: Lokasi batu ditemukan secara langsung melalui endoskop.
- Fragmentasi: Batu dihancurkan menggunakan laser atau pneumatic/ultrasound tergantung fasilitas rumah sakit
- Ekstraksi: Fragmen batu diambil menggunakan basket/forcep khusus.
- Stenting: Setelah prosedur, stent ureter/ DJ stent bisa dipasang sementara untuk mencegah obstruksi.
Keunggulan URS
- Minim invasif, tanpa sayatan luar
- Tingkat keberhasilan tinggi (>90% untuk batu distal)
- Waktu pemulihan cepat
- Dapat langsung mengatasi batu saat visualisasi
Risiko dan Komplikasi
Meskipun tergolong aman, URS tetap memiliki risiko seperti:
- Trauma ureter
- Infeksi saluran kemih
- Hematuria
- Striktur ureter (jarang)
- Perlu pemasangan DJ stent pasca operasi
Kesimpulan
URS merupakan pilihan tatalaksana utama untuk batu ureter yang tidak dapat keluar spontan atau menyebabkan komplikasi. Dengan kemajuan teknologi ureteroskopi dan penggunaan laser, URS kini menjadi prosedur yang aman, efektif, dan minim risiko dengan angka keberhasilan yang tinggi.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




