Batu kandung kemih bisa menjadi masalah kesehatan yang menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu tindakan medis yang kini banyak digunakan untuk mengatasinya adalah vesicolithotripsy atau cystolithotripsy. Prosedur ini tergolong minimal invasif dan terbukti efektif dalam menghancurkan batu yang ada di kandung kemih. Yuk, kita kupas tuntas tentang prosedur ini!
Apa Itu Vesicolithotripsy?
Vesicolithotripsy (atau cystolithotripsy) adalah prosedur medis untuk menghancurkan batu yang terdapat di dalam kandung kemih menggunakan alat khusus. Setelah batu dihancurkan, serpihannya akan dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kemih atau dengan bantuan alat penghisap (evakuator).
Kapan Tindakan Ini Diperlukan? (Indikasi)
Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami:
- Batu kandung kemih berukuran kecil hingga sedang biasanya < 2,5 cm (pada fasilitas laser bisa dipertimbangkan ukuran batu lebih besar)
- Batu yang tidak bisa keluar spontan melalui urin
Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Prosedur Ini? (Kontraindikasi)
Tidak semua pasien cocok untuk prosedur ini. Beberapa kondisi yang menjadi kontraindikasi antara lain:
- Infeksi saluran kemih aktif (perlu ditangani dulu)
- Striktur uretra atau penyempitan saluran kemih yang menghalangi akses alat melalui uretra (biasanya dipilih tindakan alternatif seperti percutanous cystolitholapaxy atau tindakan bedah vesicolithotomy)
- Gangguan pembekuan darah yang tidak terkontrol
- Kandung kemih yang tidak dapat dikosongkan dengan baik (retensi urin kronis tanpa penyebab yang jelas)
Bagaimana Prosedurnya Dilakukan?
Prosedur vesicolithotripsy dilakukan dengan memasukkan alat sistoskopi ke dalam kandung kemih melalui uretra (saluran kencing). Setelah itu, batu dihancurkan menggunakan alat pemecah batu (mekanis stone punch, pneumatic maupun laser), dan serpihannya dikeluarkan.
Umumnya prosedur ini dilakukan dengan anestesi spinal, dan bisa dilakukan secara rawat jalan atau dengan perawatan singkat di rumah sakit.
Jenis Alat Pemecah Batu
Ada beberapa teknologi yang digunakan untuk menghancurkan batu kandung kemih, di antaranya:
- Ultrasonic lithotripter: menggunakan getaran ultrasonik untuk memecah batu.
- Pneumatic lithotripter: menghancurkan batu dengan getaran mekanis seperti palu kecil.
- Laser lithotripsy (misalnya Holmium:YAG laser): menggunakan sinar laser untuk menghancurkan batu menjadi serpihan halus.
- Mekanik (stone punch dan aligator): menggunakan gelombang kejut.
Pemilihan alat tergantung dari ukuran, jenis batu, serta fasilitas dan keahlian dokter.
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Meskipun tergolong aman, vesicolithotripsy tetap memiliki risiko, antara lain:
- Perdarahan ringan dari saluran kemih
- Infeksi saluran kemih pasca tindakan
- Rasa nyeri saat buang air kecil sementara
- Cedera ringan pada uretra atau kandung kemih
- Retensi urin (tidak bisa buang air kecil setelah prosedur)
Perawatan Setelah Tindakan
Setelah prosedur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Lama Penggunaan kateter urine tergantung indikasi
- Minum banyak air untuk membantu mengeluarkan sisa serpihan/debu batu
- Menghindari aktivitas berat selama beberapa hari pertama
- Mengamati gejala penyulit seperti demam tinggi, nyeri hebat, atau tidak bisa kencing – segera periksa jika muncul gejala tersebut
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan kontrol ulang atau pemeriksaan lanjutan untuk memastikan semua batu telah tuntas.
Kesimpulan
Vesicolithotripsy merupakan pilihan yang aman dan efektif untuk mengatasi batu kandung kemih. Dengan teknologi yang terus berkembang, pasien kini dapat memperoleh penanganan dengan hasil yang lebih baik dan masa pemulihan yang lebih singkat. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah ke batu kandung kemih, konsultasikan segera dengan dokter urologi untuk penanganan terbaik.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




