24.7 C
Indonesia
Monday, April 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL): Pemecahan Batu Ginjal Dengan Gelombang Suara

Apa itu ESWL?

ESWL adalah prosedur pemecahan batu saluran kemih dengan memberikan gelombang kejut (shock wave) dari sebuah mesin penghasil gelombang kejut di luar tubuh pasien.

Untuk menghancurkan batu saluran kemih tersebut, gelombang kejut diberikan secara berkelanjutan dan berirama melalui sentuhan pada kulit di dekat batu. Batu akan menyerap energi dari gelombang kejut. Batu akan pecah menjadi ukuran lebih kecil dan dapat melewati saluran kemih bersama urin keluar dari tubuh.

Kapan Indikasi tindakan ESWL?

ESWL diindikasikan pada pasien dengan batu ginjal ukuran kurang dari 2 cm. Dengan syarat tidak ada sumbatan di bawah batu tersebut.

ESWL tidak direkomendasikan apabila pasien sedang hamil, memiliki risiko perdarahan (misalnya minum obat pengencer darah atau riwayat gangguan pembekuan darah), infeksi saluran kemih yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, kondisi fisik yang tidak memungkinkan menargetkan batu (obesitas berat, gangguan muskuloskletal yang menyulitkan posisi, gangguan anatomi saluran kemih), Aneurisma aorta, Terdapat obstruksi di bawah batu tersebut, atau tipe batu yang sangat keras (Hounsfield unit > 1000, contohnya jenis batu sistin).

Apa Kelebihan dan Kelemahan Tindakan ESWL?

ESWL memiliki beberapa kelebihan, yakni risiko komplikasi lebih rendah dan biasanya tidak memerlukan pembiusan (kecuali pada pasien anak atau pasien dengan toleransi nyeri yang rendah).

Kekurangan dari ESWL adalah tidak menghilangkan batu secara langsung dan segera, melainkan memecahkan batu menjadi pecahan ukuran kecil dimana pecahan batu selanjutnya akan keluar beberapa hari atau beberapa minggu setelah tindakan. Pada ukuran batu yang besar perlu dilakukan ESWL lebih dari sekali.

Bagaimana Prosedur Tindakan ESWL?

Prosedur ESWL biasanya tidak memerlukan bius umum, namun obat penghilang nyeri bisa diberikan sebelum tindakan untuk memberikan rasa nyaman pada saat prosedur dilakukan. Pasien tidur pada tempat tidur khusus, dan sisi yang akan dilakukan ESWL mengarah pada alat penghasil gelombang kejut. Batu kemudian dievaluasi dan ditarget menggunakan USG dan Fluoroscopy (X-Ray). Gelombang kejut ditransmisikan ke batu melalui kulit. Batu akan pecah menjadi ukuran kecil dan biasanya dapat keluar tubuh melalui urine saat buang air kecil segera hingga beberapa waktu setelah prosedur. Biasanya prosedur berlangsung satu jam. Bila ukuran batu cukup besar mungkin pasien memerlukan terapi ESWL hingga beberapa kali.ย 

Bagaimana Persiapan Prosedur ESWL?

Pasien sebaiknya mendiskusikan dengan dokter mengenai tahapan prosedur maupun instruksi khusus atau kondisi kesehatan yang menyertai. Hal ini dapat berbeda pada tiap pasien maupun rumah sakit.

Beberapa persiapan khusus yang mesti dilakukan (berbeda pada setiap pasien) antara lain: Kapan menghentikan obat tertentu (misalnya obat pengencer darah), perlu tidaknya pemberian antibiotik pada kondisi infeksi saluran kemih, perlu tidaknya puasa sebelum tindakan ESWL (biasanya puasa hanya untuk tindakan dengan pembiusan), perlu tidaknya pembiusan maupun pemberian obat penghilang nyeri sebelum maupun setelah tindakan ESWL.

Apa yang perlu diperhatikan setelah tindakan ESWL?

Pasien biasanya dapat pulang setelah tindakan selesai. Sebagian besar tidak memerlukan rawat inap kecuali terdapat kondisi khusus yang menyertai (misalnya pasien yang memerlukan pembiusan).

Jika mendapat obat penghilang nyeri, terutama yang memiliki efek mengantuk sebaiknya tidak mengendarai kendaraan sendiri, sangat disarankan ada yang menyertai saat tindakan.

Apakah bisa menjadi bebas batu segera setelah tindakan ESWL?

Tidak. Tindakan ESWL hanya memecahkan batu menjadi pecahan batu berukuran kecil. Pecahan batu ini akan keluar melalui urine beberapa hari hingga beberapa minggu setelah ESWL. Pada beberapa kondisi memerlukan tambahan obat untuk membantu mengeluarkan pecahan batu. Jadi perlu usaha pasien sendiri untuk mengeluarkan batu melalui minum air putih yang cukup dan berolahraga (yang merubah/”menggoyang” posisi ginjal contoh lari, skipping, yoga dll).

Apa yang diharapkan setelah pulang?

ESWL bertujuan memecahkan batu menjadi ukuran kecil. Pecahan batu ini akan keluar melalui urin dalam beberapa hari atau minggu setelah prosedur. Sangat disarankan untuk minum air putih lebih banyak dari biasanya untuk membantu membilas batu agar keluar melalui urin. Saat pecahan batu berukuran cukup besar melewati ureter, pasien dapat mengalami gejala kolik ginjal (nyeri hilang timbul menjalar pada pinggang hingga kemaluan). Pasien tentunya dilengkapi obat penghilang rasa sakit saat pulang untuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan. Pasien dapat mengalami kencing bercampur darah setelah tindakan akibat pecahan batu yang mengenai jaringan ginjal saat tindakan ESWL, namun biasanya tidak lebih dari dua hari. Pada kondisi tertentu sangat disarankan untuk mengumpulkan pecahan batu yang keluar untuk dilakukan analisis batu sehingga ke depannya dapat dilakukan pencegahan berulangnya batu saluran kemih tersebut. Diskusikan dengan dokter kapan sebaiknya kontrol untuk evaluasi keberhasilan terapi maupun kondisi pasca tindakan ESWL.

Kapan bisa melakukan aktivitas normal setelah ESWL?

Pada umumnya pasien dapat Kembali melakukan aktivitasnya segera setelah Tindakan ESWL. Akan tetapi, pastikan telah beristirahat cukup setelah prosedur.

Kapan pasien harus segera kontrol atau ke UGD?

Pasien sebaiknya segera kontrol atau ke UGD apabila menemukan gejala antara lain: demam setelah tindakan (biasanya terjadi pada pasien dengan batu struvit/batu infeksi atau pada kondisi ginjal terinfeksi sebelumnya/kencing yang mengandung bakteri). Nyeri hebat yang menetap pada pinggang bisa menandakan turunnya batu melalui ureter namun bila batu tersebut menyumbat lama dan menimbulkan pembengkakan ginjal, perlu dipertimbangkan tindakan endourologi (misalnya URS). Jika pasien masih menemukan darah pada urin setelah dua hari prosedur perlu dilakukan evaluasi kemungkinan penyebab lain dari hematuria yang terjadi.

Apa ada risiko Pembentukan Batu Kembali setelah ESWL?

Beberapa pasien dengan batu ginjal atau ureter dapat mengalami kondisi serupa di masa depan. Setelah batu keluar, kontrol sangat diperlukan. Beberapa evaluasi dapat menentukan apakah pasien berisiko tinggi untuk terbentuknya batu saluran kemih berulang.

Demikian informasi praktis mengenai tindakan ESWL. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.ย Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.

Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER