27.4 C
Indonesia
Thursday, April 2, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Percutaneous Cystolitholapaxy: Operasi batu kandung kemih sayatan kecil, Solusi Minimal Invasif untuk Batu Kandung Kemih

Pendahuluan

Batu kandung kemih merupakan salah satu bentuk urolitiasis yang cukup sering ditemui, terutama pada pasien dengan obstruksi saluran kemih bawah, infeksi kronis, atau penggunaan kateter jangka panjang. Penatalaksanaan batu kandung kemih bergantung pada ukuran, jumlah, dan kondisi pasien. Salah satu metode minimal invasif yang efektif untuk menangani batu kandung kemih berukuran besar adalah Percutaneous Cystolitholapaxy (PCCL).

Percutaneous Cystolitholapaxy adalah tindakan minimal invasif urologi untuk memecahkan serta mengambil batu kandung kemih melalui luka kecil pada perut bawah. Batu kandung kemih adalah penyakit batu saluran kemih yang cukup sering ditemukan. Saat ini tindakan endourologi hampir selalu dapat mengatasi permasalahan batu kandung kemih. Namun pada beberapa kondisi pasien sering kali datang dalam kondisi batu sudah dalam ukuran besar, dan akses dari uretra tidak memungkinkan (misalnya Striktur uretra, atau anak-anak dengan lumen uretra kecil). Maka percutaneous cystolitholapaxy dapat menjadi alternatif pilihan.

Apa itu Percutaneous Cystolitholapaxy?

Percutaneous Cystolitholapaxy adalah prosedur pembedahan minimal invasif yang dilakukan dengan membuat akses perkutan (melalui kulit) ke kandung kemih untuk menghancurkan dan mengangkat batu. Prosedur ini umumnya digunakan jika batu terlalu besar untuk ditangani dengan teknik transurethral atau bila terdapat kontraindikasi terhadap pendekatan uretra.

Indikasi Utama

  • Batu kandung kemih besar (>3โ€“4 cm)
  • Pasien dengan striktur uretra atau riwayat rekonstruksi uretra
  • Gangguan anatomi uretra yang menyulitkan akses transurethral
  • Pasien anak-anak (dimana kaliber uretra terbatas)

Prosedur

  1. Dilakukan dalam anestesi umum atau spinal.
  2. Kandung kemih diisi dengan saline, lalu dibuat akses perkutan melalui dinding abdomen bawah.
  3. Dilakukan dilatasi saluran traktus dan pemasangan sheath.
  4. Alat penghancur batu (seperti lithotriptor ultrasonik atau pneumatik) digunakan untuk menghancurkan batu.
  5. Fragmen batu dikeluarkan dan kandung kemih dibersihkan sebelum prosedur diakhiri.

Keuntungan

  • Menghindari manipulasi uretra, terutama pada pasien dengan risiko cedera uretra.
  • Efektif untuk batu berukuran besar.
  • Risiko striktur uretra lebih rendah dibanding pendekatan transurethral.

Risiko dan Komplikasi

  • Infeksi saluran kemih
  • Perdarahan
  • Kebocoran urin dari tempat akses perkutan
  • Cedera kandung kemih atau organ sekitarnya (jarang)

Perbandingan dengan Metode Lain

Metode ini dibandingkan dengan Transurethral Cystolitholapaxy (TUC) dan Open Cystolithotomy. TUC cocok untuk batu berukuran kecil hingga sedang. Operasi terbuka dipilih bila terdapat kelainan anatomis kompleks atau batu sangat besar. Namun, PCCL memberikan hasil baik dengan waktu pemulihan lebih cepat dibanding operasi terbuka.

Kesimpulan

Percutaneous Cystolitholapaxy merupakan pilihan efektif dan aman untuk mengatasi batu kandung kemih, khususnya pada pasien dengan batu besar atau kesulitan akses batu melalui uretra pasien. Prosedur ini menandai kemajuan teknologi urologi dalam menyediakan pendekatan minimal invasif, dengan hasil klinis yang baik dan risiko komplikasi rendah.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. ย Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.ย 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER