Apa Itu Direct Visual Internal Urethrotomy (DVIU)?
Direct Visual Internal Urethrotomy (DVIU) adalah tindakan medis minimal invasif yang dilakukan untuk mengatasi penyempitan saluran kemih (uretra) pada pria. Prosedur ini dilakukan dengan alat endoskopi (kamera kecil dan alat potong) yang dimasukkan melalui lubang kencing untuk memotong jaringan penyempit dari dalam.
Sederhananya, DVIU adalah tindakan untuk “membuka jalan” saluran kencing yang menyempit, agar pasien bisa buang air kecil dengan lancar kembali.
Kapan DVIU Perlu Dilakukan?
DVIU umumnya direkomendasikan dokter urologi jika pasien mengalami striktur uretra, yaitu kondisi di mana saluran kemih menyempit akibat jaringan parut. Beberapa indikasi DVIU:
- Buang air kecil lemah, tersendat, atau menetes
- Rasa tidak tuntas saat buang air kecil
- Sering buang air kecil atau menahan kencing
- Infeksi saluran kemih berulang
- Riwayat trauma, infeksi, atau prosedur medis pada uretra sebelumnya
Kapan DVIU Tidak Dianjurkan?
Tindakan ini tidak cocok untuk semua jenis penyempitan. Kontraindikasi DVIU meliputi:
- Striktur uretra yang panjang (biasanya lebih dari 1,5–2 cm)
- Striktur berulang atau berjaringan parut tebal
- Infeksi saluran kemih yang aktif (harus diobati dulu)
- Kondisi uretra yang rusak parah atau trauma berat
Bagaimana Prosedur DVIU Dilakukan?
DVIU adalah prosedur rawat jalan atau rawat singkat di rumah sakit, dengan anestesi (lokal, spinal, atau umum). Prosedurnya biasanya berlangsung sekitar 30–60 menit:
- Pasien dibius untuk kenyamanan selama prosedur.
- Dokter memasukkan alat endoskopi (urethroskop) ke dalam uretra melalui lubang kencing.
- Striktur ditemukan dan dipotong menggunakan pisau kecil atau alat laser di bawah panduan kamera.
- Setelah pemotongan, kateter urin dipasang sementara selama beberapa hari untuk membantu penyembuhan dan menjaga saluran tetap terbuka.
Jenis Teknik dalam DVIU
Terdapat beberapa variasi teknik tergantung alat dan lokasi striktur:
- Cold knife urethrotomy: Menggunakan pisau kecil manual untuk memotong jaringan parut.
- Laser urethrotomy: Menggunakan energi laser (seperti Holmium) untuk memotong striktur dengan akurasi tinggi dan perdarahan minimal.
- Multiple incision DVIU: Jika striktur lebih luas, dapat dilakukan beberapa sayatan kecil.
Apa Risiko atau Komplikasi yang Bisa Terjadi?
Meskipun prosedurnya aman, DVIU tetap memiliki risiko komplikasi, antara lain:
- Kambuhnya striktur (striktur bisa kembali menyempit dalam beberapa bulan/tahun)
- Perdarahan ringan saat atau setelah prosedur
- Infeksi saluran kemih
- Rasa nyeri saat buang air kecil sementara waktu
- Luka pada uretra (jarang)
Apa yang Harus Dilakukan Setelah DVIU?
Setelah prosedur, pasien biasanya bisa pulang dalam waktu singkat, dengan beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Kateter urin biasanya dipasang 3–7 hari, dan akan dilepas sesuai anjuran dokter.
- Minum air putih cukup banyak untuk menjaga aliran urin lancar.
- Obat nyeri atau antibiotik akan diberikan untuk menghindari infeksi.
- Hindari aktivitas berat dan hubungan seksual sampai dinyatakan aman.
- Lakukan kontrol rutin ke dokter urologi, karena striktur bisa kambuh.
Kesimpulan
Direct Visual Internal Urethrotomy (DVIU) adalah pilihan efektif dan minim sayatan untuk menangani sumbatan saluran kemih akibat striktur uretra. Prosedur ini cepat, aman, dan bisa sangat membantu memperbaiki kualitas hidup pasien. Namun, hasil terbaik diperoleh jika dilakukan pada striktur yang pendek dan belum terlalu berat.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




