24.7 C
Indonesia
Monday, April 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Tamsulosin Hydrochloride: Pengobatan Gejala Berkemih pada Pembesaran Prostat Jinak

Obat Apakah Tamsulosin?

Tamsulosin adalah obat yang sering digunakan pada pasien dengan gejala berkemih, terutama yang disebabkan oleh pembesaran prostat. Obat ini termasuk dalam golongan penghambat reseptor alfa (alpha receptor blocker). Cara kerja dari obat ini adalah dengan merilekskan otot pada prostat dan leher kandung kemih, sehingga diharapkan aliran keluar urin menjadi lebih lancar. Namun perlu ditekankan bahwa obat Tamsulosin tidak untuk menyembuhkan pembesaran prostat, karena fungsi utamanya adalah memperbaiki gejala. Namun, Tamsulosin tidak dapat mengecilkan ukuran prostat. Beberapa nama dagang dari Tamsulosin adalah Harnal OCAS, Harnal D, dan Prostam SR.

Apa Indikasi Pemberian Obat Tamsulosin?

Tamsulosin dapat digunakan pada pasien dengan pembesaran prostat jinak (benign prostate hyperplasia/BPH) gejala ringan hingga sedang untuk meredakan gejala berkemih bawah (lower urinary tract symptoms/LUTS). Biasanya sebelum dipertimbangkan untuk memberikan obat ini, pasien akan dievaluasi berat ringannya gejala dengan menggunakan skor gejala prostat internasional (International Prostate Symptoms Score/IPSS) yang akan diisi oleh pasien sendiri.

Tamsulosin juga dapat diberikan pada pasien yang mengalami retensi urin pertama kali yang diakibatkan oleh pembesaran prostat. Tamsulosin biasanya diberikan setelah pasien dipasang kateter. Tamsulosin biasanya diberikan selama seminggu dan diminum setiap harinya. Lalu kateter dicoba lepas seminggu kemudian (Trial Without Catheter/TWOC). Bila pasien bisa kencing, maka pengobatan dilanjutkan, bila perlu dikombinasikan dengan obat 5 alpha reductase inhibitor, misalnya Dutasteride.

Selain itu, Tamsulosin juga dapat diberikan pada pasien batu ureter (off label) terutama batu ureter distal ukuran kecil (< 1 cm), untuk merelaksasi ureter sehingga diharapkan batu dapat keluar spontan. Tamsulosin juga diketahui dapat mengurangi gejala kolik yang dirasakan saat batu melewati ureter.

Bagaimana Dosis dan Cara Penggunaan Obat Tamsulosin?

Tamsulosin biasanya diberikan dengan dosis 0,4 mg satu kali sehari pada sediaan OCAS (The Oral Control Absorption System). Tamsulosin sebaiknya diberikan 30 menit setelah makan, minum secara utuh, jangan dikunyah untuk menjaga efektivitasnya.

Apa yang perlu diperhatikan pada Penggunaan Tamsulosin?

Tamsulosin biasanya cepat memberikan efek terhadap gejala berkemih. Namun karena fungsi obat ini adalah mengontrol gejala, sebaiknya obat tidak langsung dihentikan. Biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang, dan bila perlu dikombinasikan dengan obat golongan 5 alpha reductase inhibitor seperti Dutasteride.

Apabila anda memiliki riwayat tekanan darah rendah (hipotensi sebelumnya) atau riwayat menggunakan obat penurun tekanan darah (anti hipertensi) diskusikan dengan dokter anda mengenai penggunaan obat Tamsulosin. Diskusikan dengan dokter anda bila hendak menjalani operasi, terutama operasi katarak (salah satu efek samping Tamsulosin adalah floppy iris syndrome yang mempersulit tindakan operasi katarak maupun operasi mata lainnya).

Bagaimana cara penyimpanan Obat Tamsulosin?

Tamsulosin sebaiknya disimpan dalam tempat tertutup yang terhindar dari sinar matahari langsung, suhu panas, dan tempat yang lembap. Jauhkan Tamsulosin dari jangkauan anak-anak.

Apa Saja Efek Samping yang Dapat Ditimbulkan oleh obat ini? 

Salah satu efek samping yang sering ditemukan dari Tamsulosin adalah ejakulasi retrograde, dimana pasien merasakan bahwa sperma tidak keluar saat ejakulasi dan senggama. Pasien juga sering menemukan bahwa sperma bercampur dengan kencing. Namun hal ini bukan hal yang membahayakan, karena sebenarnya terjadi akibat leher kandung kemih dan saluran uretra daerah prostat terbuka oleh obat ini. Selain itu efek samping lainnya antara lain pusing, mual, hidung meler atau tersumbat. Terkadang obat golongan penghambat reseptor alfa seperti Tamsulosin dapat menyebabkan Hipotensi Orthostatic (penurunan tekanan darah akibat perubahan posisi). Penelitian menunjukkan efek samping ini jarang ditemukan pada Tamsulosin karena selektivitasnya, kecuali obat ini dikombinasikan dengan obat anti hipertensi lainnya. Alergi terhadap obat ini jarang ditemukan.

Demikian informasi praktis mengenai obat Tamsulosin. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER