Pendahuluan
Sistitis adalah peradangan pada kandung kemih, umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Escherichia coli. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita akibat uretra yang lebih pendek. Menurut European Association of Urology (EAU), sistitis merupakan bentuk paling umum dari infeksi saluran kemih (ISK) bawah, dan sering dikategorikan sebagai infeksi ringan yang bisa sembuh dengan terapi antibiotik.
Penyebab
Penyebab utama sistitis adalah infeksi bakteri, namun juga dapat disebabkan oleh:
- Iritasi kimia (misalnya akibat sabun atau spermisida)
- Terapi radiasi (radiation cystitis)
- Obat-obatan tertentu (drug-induced cystitis)
- Cystitis interstisial (etiologi tidak diketahui, bersifat kronis)
Faktor risiko termasuk aktivitas seksual, penggunaan kateter urin, menopause, dan riwayat ISK sebelumnya.
Gejala Klinis
Gejala khas sistitis meliputi:
- Disuria (nyeri saat berkemih)
- Frekuensi dan urgensi buang air kecil
- Nyeri suprapubik
- Hematuria ringan (darah dalam urin)
- Urin keruh dan berbau menyengat
Pada pasien usia lanjut, gejala bisa tidak khas, seperti kebingungan atau inkontinensia baru.
Diagnosis
Diagnosis sistitis ditegakkan melalui kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium:
- Urinalisis: Menunjukkan leukosituria, piuria, dan nitrit positif.
- Kultur urin: Dilakukan terutama pada infeksi berulang atau tidak responsif terhadap pengobatan awal.
- Pemeriksaan pencitraan: Umumnya tidak diperlukan, kecuali dicurigai komplikasi seperti pielonefritis.
Tatalaksana
Terapi sistitis melibatkan:
- Antibiotik oral: Nitrofurantoin, fosfomycin, atau trimethoprim-sulfamethoxazole, sesuai sensitivitas lokal.
- Pereda nyeri: Phenazopyridine dapat digunakan untuk meredakan disuria.
- Peningkatan asupan cairan: Membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
Menurut EAU 2024, pemilihan antibiotik harus mempertimbangkan resistensi lokal dan riwayat pengobatan pasien.
Pencegahan
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan:
- Menjaga kebersihan area genital
- Minum cukup air
- Buang air kecil setelah hubungan seksual
- Hindari produk iritatif seperti sabun berpewangi
Komplikasi
Jika tidak ditangani, sistitis dapat berkembang menjadi:
- Pielonefritis (infeksi ginjal)
- Sistitis kronis atau rekuren
- Hematuria persisten
- Infeksi sistemik (jarang)
Kesimpulan
Sistitis adalah kondisi umum namun dapat mengganggu kualitas hidup. Penanganan yang cepat dan tepat penting untuk mencegah komplikasi. Edukasi pasien tentang pencegahan juga sangat krusial. Dengan mengikuti panduan klinis terkini, dokter dapat memberikan terapi yang efektif dan rasional.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




