20.9 C
Indonesia
Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Sistokel: Kandung Kemih turun

Prolaps kandung kemih/sistokel sering terjadi pada wanita terutama pada wanita usia lanjut. Kandung kemih pada kondisi normal pada wanita dipertahankan di posisinya oleh struktur yang didukung oleh otot dan jaringan dasar panggul. Ketika jaringan-jaringan ini meregang dan/atau menjadi lemah, kandung kemih dapat bergerak turun dan menonjol melalui lapisan ini dan masuk ke dalam vagina. Hal ini menyebabkan prolaps dari kandung kemih yang juga disebut sistokel. Pada kasus sistokel yang parah, kandung kemih yang turun dapat terlihat muncul di bukaan vagina. Bahkan terkadang bisa jatuh dan menonjol melalui lubang vagina. 

Gejala

Gejala yang paling umum adalah rasa tonjolan pada vagina. Tonjolan di vagina adalah sesuatu yang bisa pasien lihat atau rasakan.

Tanda dan gejala lain yang mungkin berhubungan dengan prolaps kandung kemih antara lain:

  • Sering buang air kecil/kencing atau keinginan untuk buang air kecil
  • tidak merasa lega setelah buang air kecil
  • inkontinensia urin/mengompol (kehilangan urin yang tidak diinginkan)
  • sering mengalami infeksi saluran kemih 
  • nyeri derajat ringan hingga sedang pada vagina, panggul, perut bagian bawah, selangkangan atau punggung bagian bawah
  • rasa berat atau tekanan di area vagina
  • Nyeri saat berhubungan seksual 
  • Ada jaringan menonjol dari vagina yang terasa nyeri dan/atau berdarah

Namun perlu ditekankan bahwa pada beberapa kasus prolaps mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun.

Penyebab

Prolaps dapat terjadi karena berbagai alasan. Penyebab utamanya adalah tekanan pada jaringan otot pendukung panggul bawah saat melahirkan. Wanita yang sering hamil dan melahirkan secara normal melalui vagina, atau mengalami persalinan yang lama atau sulit memiliki risiko lebih tinggi.

Faktor lain yang dapat menyebabkan prolaps kandung kemih adalah:

  • Sering mengangkat berat
  • Riwayat batuk kronis (atau masalah paru-paru lainnya)
  • Sering sembelit
  • Sering mengejan saat buang air besar
  • Kegemukan/obesitas
  • Menopause (ketika kadar estrogen mulai turun)
  • Operasi daerah panggul sebelumnya
  • Penuaan

Diagnosa

Prolaps kandung kemih dapat ditemukan dengan riwayat klinis dan pemeriksaan fisik panggul pasien. Pemeriksaan dapat dilakukan saat pasien berbaring, mengejan atau mendorong, atau berdiri. Tindakan pemeriksaan diagnostik dan pencitraan lain juga dapat dilakukan untuk memeriksa dasar panggul, seperti:

  • sistoskopi
  • urodinamik
  • foto sinar X (cystography)
  • USG
  • MRI

Bagaimana Pengobatan Prolaps Kandung Kemih?

Manajemen Konservatif

Langkah-langkah konservatif melibatkan

  1. Tanpa pengobatan. Hal ini dilakukan pada beberapa wanita yang mengalami prolaps kandung kemih dan tidak menunjukkan gejala yang mengganggu. Pasien tidak perlu mengobati prolaps jika:
  • Tidak menyebabkan masalah/gejala pada pasien
  • Tidak menghalangi aliran urin pasien
  • Terapi perilaku ini dapat mencakup:
  • Latihan kegel (yang membantu memperkuat otot dasar panggul)
  • Terapi fisik dasar panggul
  • Penggunaan pessary (alat pendukung vagina)
  • Terapi obat ini meliputi penggunaan terapi penggantian estrogen pada kondisi menopause

Operasi

Tujuan pembedahan adalah untuk memperbaiki struktur yang mengalami kelemahan dan memperbaiki gejala. Pembedahan dapat dilakukan melalui vagina atau perut. Ada beberapa cara pembedahan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Operasi terbuka – ketika sayatan (sayatan) dibuat di perut
  • Bedah invasif minimal – menggunakan sayatan kecil (sayatan) di perut
  • Laparoskopi- dokter menempatkan instrumen bedah melalui dinding perut
  • Laparoskopi dengan bantuan robot – instrumen robotik ditempatkan melalui dinding perut. Mereka melekat pada lengan robot dan dikendalikan oleh ahli bedah.

Pembedahan juga melibatkan pilihan:

  • Perbaikan menggunakan jaringan asli (menggunakan jaringan dan jahitan dari tubuh pasien sendiri)
  • Augmentasi dengan bahan bedah
    • cangkok biologis

Sebelum menjalani operasi sebaiknya pasien berdiskusi mendalam dengan dokter spesialis urologi (biasanya divisi female). Pasien berhak untuk  mengetahui risiko, manfaat, dan opsi pilihan untuk perbaikan kondisi sistokel dengan atau tanpa operasi. Jika prolaps tidak diobati, lama kelamaan kondisinya mungkin akan tetap sama atau perlahan menjadi lebih buruk. Dalam kasus yang jarang terjadi, prolaps parah dapat menyebabkan obstruksi ginjal atau retensi urin (ketidakmampuan buang air kecil). Hal ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau infeksi.

Demikian informasi praktis mengenai kondisi prolaps kandung kemih/sistokel. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER