Obat apakah Pipemidic Acid (Asam Pipemidat)?
Asam Pipemidat adalah obat yang cukup sering diresepkan pada infeksi saluran kemih. Obat ini merupakan golongan pyrido-pyrimidine yang befungsi menghambat DNA girase serta Topoisomerase IV pada sintesis DNA, sehingga diharapkan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri. Antibiotik ini dapat digunakan pada infeksi bakteri, baik jenis bakteri gram negatif maupun beberapa jenis infeksi bakteri gram positif. Obat ini hanya boleh diberikan dengan resep dokter.
Apa saja indikasi pemberian Pipemidic Acid pada kasus urologi?
Asam Pipemidat biasanya diberikan pada pasien dengan infeksi saluran kemih, utamanya saluran kemih bawah (sistitis). Diagnosis dari infeksi ini dapat diketahui dari keluhan dan laboratorium (urinalisis, kultur urin dll), pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini (Obat ini harus dengen resep dokter).
Bagaimana Dosis dan Cara Penggunaan Asam Pipemidat?
Asam Pipemidat biasanya diberikan dua kali sehari (400 mg tablet per kali untuk dewasa). Untuk durasi pemberian bergantung pada jenis infeksinya. Asam Pipemidat dapat diberikan baik sebelum maupun setelah makan.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Asam Pipemidat?
Pastikan sebelumnya anda tidak memiliki reaksi alergi terhadap obat ini maupun golongan kuinolon lain. Perhatikan juga bila anda memiliki gangguan ginjal, karena obat ini tidak bisa diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat. Namun bila indikasi mutlak (misal kultur urin hanya menemukan obat golongan ini yang sensitif terhadap kuman), maka obat ini harus diberikan dengan penyesuaian dosis yang tepat. Bila anda sedang hamil atau menyusui pastikan untuk mendiskusikan dengan dokter anda, karena keamanan obat ini pada kehamilan maupun menyusui belum diketahui.
Obat ini diketahui dapat berinteraksi dengan obat lain, pastikan anda mendiskusikan dengan dokter bila sedang menggunakan obat tertentu, misalnya obat anti hipertensi (Acebutolol), obat kolesterol (Acarbose), obat antiviral (Acyclovir). Hal ini untuk menghindari timbulnya efek samping (misalnya pemanjangan interval QT pada jantung) maupun penurunan efektivitas obat saat dikonsumsi bersamaan.
Bagaimanakah Cara Penyimpanan Obat Asam Pipemidat?
Penyimpanan dari obat Asam Pipemidat sebaiknya pada suhu ruangan. Usahakan untuk tidak menyimpan obat ini di tempat yang lembab ataupun terpapar cahaya matahari secara langsung.
Apa saja Efek Samping yang Bisa Ditimbulkan pada penggunaan Obat ini?
Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan pada penggunaan obat ini adalah pusing, mual muntah hingga rasa tidak nyaman pada perut. Efek samping berat jarang dilaporkan, kecuali karena alergi terhadap jenis obat ini. Bentuk gejala dari alergi obat antara lain: ruam atau bentol disertai gatal, bengkak pada bibir dan kelopak mata (Angioedema), atau hingga yang paling berat sulit bernapas. Segera ke unit gawat darurat bila mengalami gejala ini.
Demikian informasi praktis mengenai obat Asam Pipemidat. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




