21.8 C
Indonesia
Thursday, January 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Vasektomi (Vasectomy): Pilihan Kontrasepsi pada Pria

Apa itu Vasektomi (Vasectomy)?

Vasektomi adalah metode kontrasepsi (mencegah kehamilan) dengan mengikat dan memotong vasdeferen pria (saluran yang menyalurkan sperma dari epididimis testis ke vesikula seminalis dan duktus ejakulatorius), sehingga diharapkan cairan mani yang dikeluarkan saat senggama tidak mengandung sperma.

Apa indikasi Vasektomi?

Tidak ada keharusan untuk dilakukan vasektomi. Biasanya vasektomi direkomendasikan pada pria yang telah memiliki cukup anak dan tidak ingin memiliki anak lagi. Namun perlu ditekankan jika memang ingin memiliki anak lagi ke depannya sebaiknya memilih metode kontrasepsi yang lain. Karena jika ingin memiliki anak lagi stelah tindakan vasektomi maka memerlukan tindakan bedah mikro (vasectomy reversal). Pada pasien yang dilakukan TURP vasektomi bisa ditawarkan untuk mencegah orchitis pasca operasi (meskipun angkanya sangat kecil), dengan asumsi bahwa pasien tersebut tidak ingin memiliki anak lagi.

Bagaimana Prosedur Vasektomi?

Vasektomi dapan dikerjakan baik dengan bius lokal (daerah luka skrotum disuntik obat penghilang nyeri). Namun pada pasien tertentu bisa dipertimbangkan pembiusan sebagian ataupun total (tergantung faktor pasien apakah kooperatif atau tidak).

Bagian skrotum akan dibersihkan sebelum tindakan, bila perlu dilakukan pencukuran daerah yang akan dilukai. Saat ini metode vasektomi yang banyak digunakan adalah vasektomi tanpa pisau (no scalpel vasectomy). Biasanya vasektomi bisa dilakukan dari 1 luka skrotum, namun pada kondisi tertentu perlu dua luka.

Pada teknik ini, vasdeferen yang telah teraba akan dijepit menggunakan klem khusus berbentuk lingkaran, kemudian kulit dilukai untuk membuka lapisan skrotum hingga menemukan vasdeferen. Kemudian vasdeferen diikat di dua tempat sebelum dipotong. Posisi masing-masing vasdeferen juga dibuat tak bisa bersinggungan (interposisi) untuk mencegah rekanalisasi. Kemudian vasdeferen yang telah dipotong dikembalikan kembali ke kantong skrotum. Kulit biasanya tidak perlu dijahit, namun pada beberapa kondisi perlu dijahit 1-2 jahitan dengan benang yang bisa diserap tubuh, sehingga tidak perlu lepas jahitan. Luka kemudian dioleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi.

Apa yang diharapkan setelah tindakan Vasektomi?

Biasanya pasien bisa pulang 1 hari setelah operasi, bahkan bila dilakukan bius lokal pasien bisa pulang 2-3 jam setelah operasi (setelah dipastikan tidak ada komplikasi tindakan misalnya bendungan darah di skrotum/hematom). Setelah operasi pasien akan merasa tidak nyaman pada skrotum dan biasanya bisa berlangsung satu hingga dua minggu. Pasien bisa melakukan kompres dingin ataupun menggunakan celana dalam untuk menyangga skrotum. Pasien juga dapat meminum obat penghilang nyeri dan anti radang yang biasanya diresepkan oleh dokter.

Setelah operasi dan luka sembuh (biasanya luka kering dalam 1 minggu), pasien dapat menjumpai adanya benjolan di skrotum, biasanya granuloma yang merupakan akumulasi sperma yang akan diserap kembali oleh tubuh.

Pasien dapat melakukan aktivitas seksual kembali 1 minggu setelah operasi. Namun perlu menjadi catatan bahwa pasien masih bisa menghamili pada rentang waktu ini. Biasanya perlu 20 ejakulasi (dalam 3 bulan) untuk memastikan sisa sperma di vasdeferen telah keluar semua. Namun kepastian dari tidak adanya sperma hanya bisa dari hasil analisis semen. Setelah dipastikan tidak ada sperma pada cairan ejakulat, maka pasien dapat berhubungan seksual tanpa pengaman (dengan tetap berpedoman berhubungan seksual yang aman dengan satu partner tentunya).

Kapan pasien perlu ke UGD atau kontrol lebih cepat?

Bila dirasakan ada benjolan pada skrotum setelah operasi yang kemungkinan disebabkan akumulasi darah (hematom) maupun kumpulan nanah (bila terjadi infeksi/abses). Meskipun jarang namun risiko cedera pembuluh darah bisa terjadi dan bisa menyebabkan akumulasi darah di kantong skrotum. Kontrol segera untuk tindakan lanjutan.

Demikian informasi praktis mengenai tindakan Vasektomi. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER