Pendahuluan
Batu saluran kemih adalah salah satu masalah urologi yang paling sering ditemukan. Sekitar 20% batu ureter terletak di ureter bagian proksimal, yaitu segmen ureter yang dekat dengan ginjal. Meskipun terapi minimal invasif seperti ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) dan ureteroskopi adalah pilihan utama, prosedur pembedahan terbuka atau laparoskopik seperti proximal ureterolithotomy masih dibutuhkan dalam kasus tertentu. Proximal ureterolithotomy adalah operasi untuk mengangkat batu pada ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih), terutama pada bagian 1/3 bagian awal dan 1/3 bagian tengah. Operasi ini terutama dilakukan pada batu berukuran besar dan impacted sehingga tidak dimungkinkan tindakan endourologi. Selain secara terbuka tindakan ini dapat dilakukan secara laparoskopi maupun robotik.
Apa Itu Proximal Ureterolithotomy?
Proximal ureterolithotomy adalah prosedur bedah untuk mengangkat batu yang terletak di bagian atas ureter, biasanya di atas pembuluh iliaka. Prosedur ini dapat dilakukan secara terbuka, laparoskopik, atau robotik, tergantung fasilitas dan keahlian yang tersedia.
Indikasi Prosedur
- Batu ureter proksimal >2 cm atau terimpaksi
- Kegagalan ureteroskopi (URS) atau ESWL
- Komplikasi infeksi berat atau obstruksi berat
- Adanya striktur atau kelainan anatomi
- Pasien dengan kontraindikasi terhadap prosedur endoskopik
Prosedur Operatif
- Anestesi Umum: Pasien dalam posisi lateral decubitus.
- Akses Retroperitoneal: Sayatan flank atau pendekatan laparoskopik dilakukan untuk mencapai ureter.
- Identifikasi Batu: Ureter proksimal dibedah dan lokasi batu ditentukan secara palpasi atau dengan fluoroskopi.
- Ureterotomi: Sayatan kecil dibuat pada ureter di atas batu.
- Pengangkatan Batu: Batu diambil secara langsung menggunakan forsep.
- Penutupan dan Drainase: Ureter ditutup dengan benang halus; seringkali digunakan stent ureter (double-J) untuk mencegah striktur.
- Penutupan Luka: Luka ditutup dan drain dipasang jika perlu.
Keuntungan Proximal Ureterolithotomy
- Keberhasilan tinggi (>95%)
- Dapat dilakukan sekaligus memperbaiki striktur atau abnormalitas anatomi
- Pilihan tepat untuk batu besar atau terimpaksi
Risiko dan Komplikasi
- Infeksi luka atau sistemik
- Perdarahan
- Striktur ureter pascaoperasi
- Fistula urin
- Kebutuhan rawat inap lebih lama dibandingkan endourologi
Alternatif Lain
- Ureteroskopi fleksibel dengan laser (RIRS) untuk batu proksimal <2 cm
- ESWL pada batu yang belum impaksi dan <1.5 cm
- Percutaneous antegrade ureteroscopy bila akses retrograde sulit
Kesimpulan
Meskipun prosedur minimal invasif semakin berkembang, proximal ureterolithotomy tetap relevan dalam kondisi tertentu. Pendekatan ini sangat efektif pada batu ureter bagian atas yang besar, terimpaksi, atau bila pendekatan endourologi gagal. Pemilihan prosedur terbaik tetap harus mempertimbangkan kondisi pasien, fasilitas, dan keahlian operator.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat.




