Apa itu Sistostomi terbuka?
Sistostomi terbuka adalah operasi untuk membuat saluran langsung urin dari kandung kemih ke luar tubuh melalui kateter di perut bawah. Pemasangan kateter suprapubik adalah metode diversi urine yang cukup sering diperlukan. Biasanya diperlukan bila akses untuk pemasangan kateter dari uretra (saluran yang menyalurkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh) tidak memungkinkan atau gagal (misalnya pada striktur uretra atau ruptur uretra). Prosedur pemasangan kateter suprapubik sebagian besar bisa dilakukan dengan cara perkutan dengan lokal anestesi (percutaneous cystostomy). Namun pada beberapa kondisi pemasangan kateter suprapubik memerlukan tindakan pemasangan dengan pembiusan melalui operasi terbuka. Hal ini diperlukan terutama bila terdapat perubahan anatomi pada kandung kemih itu sendiri (misalnya terdapat bekas operasi sebelumnya ataupun akibat trauma pelvis sehingga terjadi perubahan posisi kandung kemih, atau apabila terdapat trauma buli sehingga sekaligus dilakukan perbaikan). Selain itu sistostomi terbuka juga diperlukan bila kandung kemih sulit dievaluasi (tak teraba) saat akan dilakukan sistostomi.
Kapan Sistostomi Terbuka Diperlukan?
Sistostomi terbuka biasanya diperlukan bila akses untuk pemasangan kateter dari uretra (saluran yang menyalurkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh) tidak memungkinkan atau gagal (misalnya pada striktur uretra atau ruptur uretra). Hal ini diperlukan terutama bila terdapat perubahan anatomi pada kandung kemih itu sendiri (misalnya terdapat bekas operasi sebelumnya ataupun akibat trauma pelvis sehingga terjadi perubahan posisi kandung kemih, atau apabila terdapat trauma kandung kemih sehingga sekaligus dilakukan perbaikan). Selain itu, sistostomi terbuka juga diperlukan bila kandung kemih sulit dievaluasi (tak teraba) saat akan dilakukan sistostomi.
Bagaimana Prosedur Sistostomi Terbuka?
Pasien diperlukan pembiusan pada tindakan ini, biasanya dengan bius sebagian, ataupun bius total. Pasien diposisikan berbaring, kemudian perut bagian bawah dibersihkan dengan cairan desinfektan/antiseptik. Dibuat luka kecil sepanjang 2-3 cm pada kulit perut bawah (sekitar 3-5 cm di atas tulang kemaluan). Kemudian diperdalam sampai menemukan kandung kemih. Kandung kemih dilubangi seperlunya (bila sekaligus perbaikan kandung kemih, luka bisa lebih besar, jika hanya sistostomi, lubang hanya sekitar 1-2 cm). Kemudian kateter dimasukkan ke kandung kemih, balon untuk fiksasi dikembangkan di dalam kandung kemih. Kandung kemih kemudian dijahit rapat. Lapisan perut hingga kulit kemudian dirapatkan per lapis. Kateter dibiarkan keluar lewat perut bagian bawah. Kemudian luka ditutup dengan antibiotik oles dan kasa.
Apa yang diharapkan setelah operasi?
Pasien biasanya bisa pulang 1-2 hari setelah operasi. Pasien perlu menjaga luka operasi tetap bersih. Kateter sistostomi biasanya perlu diganti setiap 2 minggu sekali. Pada permasalahan saluran kemih bawah (misalnya striktur uretra), perlu dilakukan foto khusus yakni Uretrografi ataupun bipolar voiding cystouretrografi/BVCUG (foto X-Ray dengan memberikan kontras dari kandung kemih (melalui kateter sistostomi) dan dari uretra, dengan tujuan mengetahui anatomi tempat kelainan. Pada kondisi tertentu BVCUG perlu ditunda 6-12 minggu setelah operasi utamanya pada kasus ruptur uretra yang disertai trauma tulang pelvik. Tindakan operasi berikutnya sangat bergantung dengan hasil temuan pemeriksaan lanjutan pasca tindakan sistostomi.
Kapan harus kontrol lebih cepat atau ke UGD?
Bila urin tidak keluar ke selang disertai rasa nyeri pada perut bawah (retensi urin). Kemungkinan ada sumbatan pada kateter. Pasien juga perlu segera ke RS bila tampak ada darah/nanah keluar bercampur urin ataupun di sekitar luka operasi. Bila ada gejala demam menggigil sebaiknya pasien juga ke UGD atau kontrol lebih cepat untuk mengevaluasi adanya infeksi saluran kemih terkait kateter.
Demikian informasi praktis mengenai tindakan sistostomi terbuka. Bila ada pertanyaan lebih lanjut dapat mengontak kami melalui email atau komentar. Diskusikan permasalahan urologi dengan dokter spesialis urologi anda. Salam sehat.
Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan hubungi dokter spesialis urologi terdekat




