26.8 C
Indonesia
Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Hematuria: Kencing berdarah

Apa Itu Hematuria?

Hematuria adalah kondisi di mana terdapat darah dalam urin. Kadang-kadang terlihat jelas (disebut hematuria makroskopik) sehingga urin tampak kemerahan seperti teh atau cola. Namun dalam banyak kasus, darah hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan mikroskopis (hematuria mikroskopik), dan pasien tidak menyadari apa pun yang berbeda.

Hematuria bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis lain yang perlu dievaluasi lebih lanjut.


Jenis Hematuria

  1. Makroskopik: darah terlihat oleh mata, urin berwarna merah muda, merah, atau coklat.
  2. Mikroskopik: darah hanya terlihat di bawah mikroskop atau melalui pemeriksaan laboratorium.

Penyebab Umum Hematuria

  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Batu saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih)
  • Trauma ginjal atau kandung kemih
  • Kanker (ginjal, kandung kemih, prostat)
  • Glomerulonefritis (radang glomerulus ginjal)
  • Pembesaran prostat (BPH)
  • Penggunaan obat-obatan (misalnya antikoagulan)
  • Olahraga berat (jarang, tapi bisa menyebabkan hematuria sementara)

Bagaimana Hematuria Didiagnosis?

Evaluasi dimulai dengan:

1. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

  • Riwayat ISK, batu, trauma, nyeri saat berkemih, atau gejala sistemik.

2. Tes Laboratorium

  • Urinalisis lengkap untuk melihat ada tidaknya darah, protein, atau infeksi.
  • Sitologi urin jika dicurigai adanya sel kanker.

3. Pemeriksaan Pencitraan

  • USG ginjal dan kandung kemih
  • CT scan urography (paling akurat untuk batu dan massa)
  • MRI (pada kasus tertentu)

4. Sistoskopi

  • Dilakukan untuk melihat langsung bagian dalam kandung kemih, terutama pada hematuria makroskopik dan pasien >40 tahun untuk menyingkirkan kanker.

Kapan Hematuria Menjadi Alarm?

Hematuria perlu ditindaklanjuti serius bila:

  • Terjadi tanpa gejala infeksi
  • Berulang
  • Disertai nyeri pinggang, penurunan berat badan, atau nyeri saat kencing
  • Ditemukan pada usia lanjut
  • Tidak membaik dengan pengobatan awal

Tata Laksana Hematuria

Karena hematuria adalah gejala, pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya:

  • Infeksi saluran kemih โ†’ antibiotik
  • Batu saluran kemih โ†’ observasi, terapi minum, atau tindakan (ESWL, URS, PCNL)
  • Kanker โ†’ tergantung jenis dan stadium (reseksi, kemoterapi, radioterapi)
  • Glomerulonefritis โ†’ rujukan ke nefrolog
  • BPH โ†’ medikamentosa atau bedah jika berat

Kesimpulan

Hematuria tidak boleh dianggap sepele. Meskipun bisa jadi berasal dari kondisi ringan seperti infeksi, ia juga bisa menjadi gejala awal dari penyakit serius seperti kanker. Deteksi dini dan evaluasi menyeluruh oleh dokter, terutama spesialis urologi atau nefrologi, sangat penting untuk menentukan penyebab dan mencegah komplikasi.

Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER