21.8 C
Indonesia
Thursday, January 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_img

Hidrokel (Hydrocele): cairan dalam kantong zakar

Pendahuluan

Hydrocele adalah penumpukan cairan di sekitar testis yang terjadi di dalam kantung skrotum. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi baru lahir, tetapi juga dapat terjadi pada pria dewasa, terutama yang lebih tua. Hydrocele sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, namun pada beberapa kasus, dapat menyebabkan pembengkakan pada skrotum yang cukup besar. Pada umumnya, hydrocele tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya pada bayi baru lahir. Namun, pada pria dewasa atau kasus yang lebih kompleks, mungkin diperlukan tindakan medis.

Definisi

Hydrocele adalah akumulasi cairan serosa di dalam tunica vaginalis, lapisan yang melapisi testis dan kantung skrotum. Cairan ini dapat berasal dari proses peradangan atau infeksi, atau dapat berkembang tanpa penyebab yang jelas, dalam hal ini disebut sebagai hydrocele idiopatik. Hydrocele dapat terjadi secara unilateral atau bilateral, dan ukurannya bervariasi dari kecil hingga sangat besar.

Jenis-Jenis Hydrocele

  1. Hydrocele kongenital: Jenis hydrocele ini paling umum pada bayi baru lahir. Terjadi akibat kelainan dalam proses penutupan saluran yang menghubungkan perut dan skrotum (canalis processus vaginalis). Jika saluran ini tetap terbuka, cairan dari rongga perut dapat mengalir ke dalam skrotum, menyebabkan hydrocele.
  2. Hydrocele akuisita: Terjadi pada pria dewasa dan dapat berkembang setelah trauma atau infeksi, meskipun penyebab pastinya sering kali tidak jelas. Hydrocele jenis ini bisa berhubungan dengan infeksi pada testis (orkitis), varikokel, atau kelainan pembuluh darah.
  3. Hydrocele inflamasi: Ini terjadi sebagai akibat dari peradangan pada kantung skrotum yang disebabkan oleh infeksi atau trauma. Proses inflamasi ini dapat menyebabkan peningkatan produksi cairan di sekitar testis.

Penyebab

Penyebab hydrocele bervariasi tergantung pada jenisnya:

  • Kongenital: Proses vaginalis yang tidak tertutup sepenuhnya pada bayi dapat memungkinkan cairan masuk dari rongga perut ke skrotum.
  • Akuisita: Dapat disebabkan oleh infeksi (seperti epididimitis), cedera fisik, atau gangguan peredaran darah. Pada beberapa pria lebih tua, hydrocele dapat berkembang tanpa adanya trauma atau infeksi sebelumnya.
  • Trauma: Cedera langsung pada skrotum, seperti pukulan atau kecelakaan, dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan cairan.

Gejala

Pada sebagian besar kasus, hydrocele tidak menimbulkan gejala yang menyakitkan. Namun, gejala yang umum mencakup:

  • Pembengkakan atau pembesaran pada skrotum, sering kali terlihat lebih besar di malam hari.
  • Nyeri ringan atau rasa berat pada area skrotum, terutama jika hydrocele besar.
  • Pada beberapa kasus yang lebih parah, rasa tidak nyaman atau kesulitan saat bergerak dapat terjadi.

Diagnosis

Diagnosis hydrocele biasanya didasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang cermat dapat mengidentifikasi pembengkakan yang kental dan berisi cairan pada skrotum. Tanda khas dari hydrocele adalah bahwa pembengkakan biasanya lembut dan bisa diperiksa lebih lanjut dengan pencahayaan transiluminasi (memancarkan cahaya ke dalam skrotum untuk melihat apakah cairan di dalamnya memantulkan cahaya).

Untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, seperti hernia inguinalis atau tumor testis, beberapa prosedur tambahan yang dapat digunakan antara lain:

  • Ultrasonografi: Ini adalah metode pencitraan yang paling umum digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis dan menilai volume cairan yang terkumpul.
  • CT Scan atau MRI: Biasanya digunakan jika diperlukan untuk penilaian lanjutan pada kasus yang lebih kompleks atau sulit.

Tatalaksana

Pengobatan hydrocele bergantung pada usia pasien, ukuran dan penyebab hydrocele, serta tingkat ketidaknyamanan yang dirasakan. Berikut adalah pilihan tatalaksana yang tersedia:

  1. Observasi: Pada bayi baru lahir, hydrocele seringkali hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Oleh karena itu, pengobatan konservatif melalui pemantauan rutin sering kali disarankan.
  2. Tindakan Pembedahan: Pada kasus yang lebih kompleks atau pada pria dewasa yang merasa terganggu dengan pembengkakan, pembedahan dapat diperlukan. Tindakan pembedahan untuk mengatasi hydrocele disebut sebagai hydrocelectomy.
    • Hydrocelectomy dilakukan untuk mengangkat kantung cairan yang ada di sekitar testis, dan dalam banyak kasus, prosedur ini dilakukan dengan insisi kecil di bagian bawah skrotum.
    • Pada beberapa kasus, prosedur ini dapat dilakukan secara laparoskopik untuk mengurangi waktu pemulihan bila tipe hidrokel komunikan.
  3. Aspirasia atau Skleroterapi: Pada beberapa pasien, aspirasi cairan dapat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan sementara. Namun, ini bukan solusi permanen dan memiliki risiko kekambuhan. Skleroterapi adalah prosedur di mana cairan disuntikkan ke dalam kantung hydrocele untuk menyebabkan pembekuan dan mencegah cairan kembali terakumulasi.

Prognosis

Prognosis untuk pasien dengan hydrocele sangat baik, terutama pada bayi baru lahir yang mengalami kondisi kongenital. Pada umumnya, hydrocele tidak menimbulkan komplikasi jangka panjang dan hanya membutuhkan penanganan medis minimal. Pada pria dewasa, dengan penanganan pembedahan yang tepat, prognosisnya juga baik, dan komplikasi seperti infeksi atau peradangan jarang terjadi setelah tindakan pembedahan.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, hydrocele dapat berisiko menimbulkan beberapa komplikasi, di antaranya:

  • Infeksi: Jika cairan di dalam kantung hydrocele terinfeksi, ini dapat menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri yang signifikan.
  • Pendarahan: Meskipun jarang, pendarahan bisa terjadi setelah prosedur pembedahan.
  • Kekambuhan: Meskipun jarang, hydrocele dapat kambuh setelah pembedahan, meskipun risiko ini dapat diminimalkan dengan prosedur yang tepat.

Kesimpulan

Hydrocele adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi baru lahir dan pria dewasa, yang biasanya tidak menimbulkan komplikasi serius. Pada bayi, kondisi ini seringkali hilang dengan sendirinya, sementara pada pria dewasa, tatalaksana pembedahan dapat diperlukan untuk mengatasi ketidaknyamanan atau komplikasi yang timbul. Dengan deteksi dan penanganan yang tepat, prognosis untuk pasien dengan hydrocele sangat baik.


Informasi ini tidak memperhitungkan situasi medis individual masing-masing pasien. Tidak ada informasi yang dapat menggantikan pemeriksaan langsung dengan dokter.  Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kesehatan urologi Anda, silakan konsultasi ke dokter spesialis urologi terdekat. 
Udiyana Indradiputra
Udiyana Indradiputra
Dokter Spesialis Urologi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Founder dan Content Creator situs urologis.com

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar anda
Tuliskan nama anda di sini

- Advertisement -spot_img

ARTIKEL POPULER